Edy Rahmayadi Diberitakan Mengancam Polisi, Humas: Itu Hoaks

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kedua kiri), menyalami pendukungnya saat akan memberikan keterangan tentang hasil hitung cepat pilgub Sumatera Utara di Medan, Rabu, 27 Juni 2018. Sejumlah lembaga survei merilis pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menang dalam pilgub Sumatera Utara. ANTARA

    Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kedua kiri), menyalami pendukungnya saat akan memberikan keterangan tentang hasil hitung cepat pilgub Sumatera Utara di Medan, Rabu, 27 Juni 2018. Sejumlah lembaga survei merilis pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menang dalam pilgub Sumatera Utara. ANTARA

    TEMPO.CO, Medan-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membantah isu di media sosial dan media online yang menyebut Gubernur Edy Rahmayadi mengancam menyumpal mulut anggota polisi dengan granat saat mengamankan peserta malam takbiran Idul Fitri di Kota Medan, Selasa lalu.

    Pelaksana tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokoler Pemerintah Sumatera Utara Fitrius mengatakan berita-berita tersebut bohong atau hoaks. "Saya sudah tanyakan kepada Gubernur. Berita itu tidak benar," kata Fitrius kepada Tempo, Ahad, 9 Juni 2019.

    Baca Juga: Edy Rahmayadi : Sumatera Utara Aman Selama Tak Diganggu

    Edy Rahmayadi yang dihubungi melalui WhatsApp tidak menjawab pertanyaan Tempo untuk meminta penjelasan mengenai peristitiwa yang sebenarnya di malam takbiran itu.

    Sebelumnya, dalam sebuah media online terdapat judul Warga Takbiran di Usir Polisi, Gubernur Sumut Marah Besar: Kau Larang Lah, Kusumbat Mulutmu Pakai Granat. Dalam berita itu disebutkan bahwa peserta takbiran yang sedang beristirahat di pinggir jalan seputaran Lapangan Merdeka Medan, diusir polisi.

    Edy Rahmayadi yang kebetulan melintas, langsung menghampiri. Ia disebut marah-marah kepada polisi. "Apa hak kau melarang rakyat takbiran keliling di kota ini. Ini rakyatku. Kau larang lah, aku sumbat granat mulut kau," kata Edy.

    Simak Juga: Bupati Mandailing Natal Batal Mundur, Edy Rahmayadi: Untung Sadar

    Fitrius menuturkan bahwa bantahan atas berita itu telah disampaikan melalui instagram akun humassumut.  Fitrius meminta agar berita itu tidak dipercaya. "Tolong berhenti untuk menyebarkan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman." ujar Fitrius.

    Pemprov Sumatera Utara, kata dia, belum berfikir menempuh jalur hukum kepada pengelola situs media online tersebut. "Belum berfikir ke arah sana. Nanti melihat perkembangannya." ujar Fitrius.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.