Polda Jateng Soal Hoaks Kecelakaan Akibat Miskomunikasi Petugas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan truk. akamaihd.net

    Ilustrasi kecelakaan truk. akamaihd.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan kecelakaan yang terjadi di jalan tol Jatingaleh, Kota Semarang, bukan akibat miskomunikasi. Kecelakaan yang ramai karena terekam kamera dan beredar di media sosial ini, awalnya disebut-sebut terjadi karena miskomunikasi petugas.

    Baca juga: Arus Mudik 2019, Menhub Sebut Jumlah Kecelakaan Turun 60 Persen

    "Kami tegaskan lagi, bahwa kejadian kecelakaan ini akibat dari pengemudi truk yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan saat ini sedang ditangani oleh Satlantas Polrestabes Semarang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Agus Triatmaja, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Juni 2019.

    Agus mengatakan kecelakaan itu memang terjadi di Tembalang, tepatnya di ruas jalan tol Jasa Marga seksi B, Kilometer 9 jalur B arah Jakarta. Kecelakaan ini terjadi tanggal 2 Juni lalu. Sebanyak 8 kendaraan bermotor terlibat dalam kecelakaan ini.

    Agus menyebut kecelakaan ini bermula saat truk nomor Polisi E9872E yang dikemudian oleh Budiyono, warga Banyuwangi, berjalan dari arah selatan (eks gerbang tol Tembalang) ke arah utara (Jatingaleh). "Budiyono tak bisa mengendalikan kendaraan dan menabrak 7 kendaraan lain yang sedang dalam kondisi contra flow," kata Agus.

    Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya. Sebelumnya, video yang beredar mengesankan ada miskomunikasi petugas yang menyebabkan kecelakaan terjadi.

    Baca juga: Kemenhub Waspadai Tingkat Kecelakaan saat Arus Balik Lebaran 2019

    "Sebelum sharing harus disaring dulu. Jika masih ragu bisa mencari informasi ke pihak yang berwenang," kata dia.

    Tonton: Kecelakaan Akibat Miskomunikasi Petugas, Ini Kata Polda Jateng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.