Kalah Pilpres 2019, PAN Sebut Contoh Capres di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waketum PAN Bara Hasibuan hadir dalam  rapat membahas langkah politik dan evaluasi hasil pemilihan umum 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    Waketum PAN Bara Hasibuan hadir dalam rapat membahas langkah politik dan evaluasi hasil pemilihan umum 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    Jakarta- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan mengatakan, rekonsiliasi politik dapat terjadi jika koalisi yang kalah dalam Pemilihan Umum Presiden atau Pilpres 2019 dapat menerima dan menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini juga dapat dicontoh dari dinamika politik yang dilakukan para tokoh dan calon presiden di Amerika Serikat.
     
    "Bangsa ini harus tetap satu setelah berkompetisi yang begitu ketat," kata Bara di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019.
     
     
    Dia mengatakan, Calon Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton tetap mengucapkan selamat kepada kompetitornya Donald Trump yang memenangkan Pipres 2016. Hillary tetap berkomunikasi dengan Trump meski dia dan tim pemenangannya mengantongi angka popularitas yang tinggi dalam pemilihan tersebut.
     
    "Jadi rekonsiliasi itu dimulai dari situ," ucap dia.
     
     
    Tradisi juga terjadi pada perebutan kursi presiden  Negeri Paman Sam di periode-periode sebelumnya. Bara mengatakan, pada Pilpres 2000, Capres Al Gore mengajukan sengketa hasil pemungutan suara ke Mahkamah Agung Amerika Serikat.
     
    Pada saat itu, Mahkamah menolak permintaan Al Gore untuk pemungutan suara ulang di Negara Bagian Florida. Mahkamah mengukuhkan kemenangan saingan Al Gore, George Bush.
     
    "Al Gore tetap melakukan pidato namanya concession speech: pidato mengakui kekalahan dan memberikan selamat kepada Bush secara terbuka " kata Bara.
     
    Menurut dia, tradisi ini juga harus  mulai dilakukan pada Pilpres 2019. Dia menilai, partai-partai yang menjadi koalisi Prabowo dan koalisi Jokowi harus sama-sama menerima hasil rekapitulasi KPU.
     
    "Pihak yang kalah harus bisa bersikap harus bisa berbesar hati menerima hasil tersebut walaupun pahit dan menghormati hasil tersebut. Ini yang belum kita lihat di Indonesia," kata dia.
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.