Pelaku Bom Kartasura Pernah Komunikasi dengan Pimpinan ISIS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Rycko Amelza mengatakan pelaku bom Kartasura, Rofik Asharudin, terpapar radikalisme melalui aktivitas di media sosial. Rofik merupakan pelaku tunggal dalam pemboman di pos polisi Kartasura.

    Baca: Pelaku Bom Kartasura Nyaris Merekrut Orang Tuanya

    "Dari hasil keterangan, dia tidak memiliki jaringan," katanya saat ditemui di Solo, Rabu 5 Juni 2019.

    Rofiq mencoba menyerang pos polisi Kartasura pada Senin, 3 Juni 2019, pukul 22.30 WIB. Saat itu ada empat polisi yang bertugas. Mereka selamat.

    Rafik satu-satunya yang menjadi korban dari aksi bom bunuh diri yang dilakukannya. Dia tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian perut dan tangan.

    Polisi kemudian membawa Rofik untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang. Rofik sempat kritis, tetapi sudah mulai pulih dan mampu berkomunikasi.

    Polisi, kata Rycko, telah melakukan pendalaman terhadap keterangan yang dikumpulkan. Pelaku bom itu diketahui mendapatkan doktrin radikal melalui media sosial sejak lama. "Dia sudah melakukan komunikasi dengan Al Baghdadi," katanya.

    Al Baghdadi merupakan pentolan Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Pemuda 22 tahun itu pun berbait ke Al Baghdadi pada akhir 2018.

    Baca: Pelaku Bom Kartasura Beli Komponen Minta Uang Orang Tua

    Usai berbaiat, Rofik menerima beberapa doktrin tentang kekerasan, termasuk informasi mengenai cara-cara membuat bom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.