Pelaku Bom Kartasura Jadi Tersangka Tunggal

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 4 Juni 2019. Terduga pelaku pembawa bom tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis. ANTARA

    Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 4 Juni 2019. Terduga pelaku pembawa bom tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis. ANTARA

    SOLO-Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal, Rycko Amelza mengatakan, polisi telah menetapkan Rofik Asharudin sebagai pelaku atau tersangka tunggal dalam kasus upaya bom bunuh diri di Pos Polisi Simpang Tiga Tugu Kartasura atau Bom Kartasura

    "Dia beraksi Lone WolfTak terlibat dalam jaringan terorisme," kata Rycko, Rabu, 5 Juni 2019.

    BACA: Kapolri Yakin Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Lone Wolf

      

    Rycko mengatakan, kesimpulan penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap Rofik, saksi dan seluruh bukti. Pria asal Dusun Kranggan Kulon ini diduga mempersiapkan serangan terhadap polisi sendirian. Hal ini termasuk bukti sisa bahan baku peledak yang ditemukan di kamar Rofik.

    "Jenisnya sama dengan sisa-sisa yang ada di lokasi," kata Dia.

    BACA: Pelaku Bom Kartasura Nyaris Rekrut Keluarganya

    Menurut Rycko, Rofik mulai mengenal dan mengikuti aliran radikalisme dari aktivitas di media sosial. Berdasarkan pemeriksaan, Rofik bahkan menjalin komunikasi dengan pimpinan Islamic State of Iraq and Syria, Abu Bakar Al Baghdadi.

    Rofik melakukan baiat kepada Al Baghdadi sekitar akhir 2018. Dia kemudian mulai belajar merakit bom yang juga didapatkannya dari media sosial.

    BACA: Pelaku Bom Kartasura Berkomunikasi dengan Al Baghdadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.