SBY Berencana Cari Ruangan Foto Bersama Ani Saat Lebaran

Reporter:
Editor:

raymundus rikang

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang dirawat di Singapura. Melalui rekaman video, SBY menyampaikan istrinya divonis kanker darah. Foto ini diunggah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief di akun Twitternya. Twitter.com/andiarief__

    Foto istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang dirawat di Singapura. Melalui rekaman video, SBY menyampaikan istrinya divonis kanker darah. Foto ini diunggah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief di akun Twitternya. Twitter.com/andiarief__

    TEMPO.CO, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono berbagi kenangan tentang mendiang istrinya, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono, menjelang Idul Fitri 2019. Cerita itu diungkapkannya ketika berziarah ke makam Ani di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Rabu, 5 Juni 2019.

    Menurut Yudhoyono, Ani berpesan agar mengenakan batik hitam motif sawunggaling pilihannya saat Lebaran. Ani juga ingin mengenakan batik tersebut, namun Yudhoyono menyarankan istrinya tak perlu memakai pakaian itu karena masih dalam masa perawatan. "Biar kami saja yang mengenakan lalu nanti foto bersama," ujar SBY, panggilan presiden keenam tersebut.

    Kepada Ani, SBY mengatakan keluarga akan berusaha mencari ruangan di National University Hospital, Singapura, yang bisa dipakai untuk mengenakan batik pilihan Ani lalu berfoto bersama. "Bisa nanti kita cari ruangan biar bisa sama-sama memakai batik itu saat Lebaran," kata SBY. Namun, empat hari sebelum Idul Fitri atau pada 1 Juni lalu, Ani meninggal dunia.

    Ani wafat karena mengidap kanker darah. Dia telah dirawat di NUH Singapura sejak Februari 2019. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata pada 2 Juni lalu. Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman Ani.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.