Dukung Toleransi, Umat Hindu di Lombok Ikut Takbiran Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Philipus Parera

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri di Kawasan Sunda Kelapa, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Ratusan umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri di Kawasan Sunda Kelapa, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Mataram - Sebanyak 90 orang umat Hindu di Dusun Gandari, Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat ikut meramaikan pawai takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri. Partisipasi tersebut merupakan dukungan dukungan terhadap komitmen desa itu untuk menjadi desa wisata yang toleran. Warga desa ingin toleransi tersebut menjadi contoh kerukunan antar umat beragama guna menciptakan kedamaian.

    Menurut juru bicara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Saipul Ahkam, pawai takbir juga diikuti warga Dusun Gandari dan Desa Narmada yang didominasi umat Hindu. Mereka terdiri dari sepuluh umat muslim dan sembilan puluh orang umat hindu.

    Menggunakan pakaian adat Bali, mereka tampak antusias mengikuti pawai takbiran. ''Mereka membawakan musik tradisional Bali, Peleganjur, lengkap dengan iringan Bendera Tunggul, Payung dan Spanduk,'' kata Saipul Ahkam.

    Baca: Khotbah Salat Ied di Istiqlal: Islam Indonesia Ramah Terhadap Budaya Lokal

    Salah seorang warga Dusun Gandari I Ketut Suweca mengatakan bahwa pengalaman ini sangat luar biasa. Ini pertama kalinya warga Dusun Gandari ikut takbiran. ''Jadi, semua anak dan remaja, bahkan ibu-ibu pun ada yang berpartisipasi untuk ikut," ujar I Ketut Suweca selesai acara.

    I Ketut Suweca mengaku partisipasi umat Hindu dalam acara ini disambut baik panitia. Mereka bahkan diberikan barisan depan iring-iringan pawai. "Pertama datang kami langsung disambut baik banget sama panitia. Langsung diarahkan untuk baris di urutan kedua," ujarnya.

    Ia menginginkan bisa tetap ikut memeriahkan acara takbiran setiap tahun dan selalu saling menghormati satu sama lain.

    Baca juga: Jokowi Salat Idul Fitri di Istiqlal, Khatib Ingatkan Pentingnya Saling Memaafkan

    Semalam, Selasa 4 Juni 2019, ribuan warga muslim Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat memenuhi jalanan mengikuti malam takbiran. Warga dari berbagai usia mengikuti pawai mengelilingi desa sejak Ba'da Isya.

    Di dalam kota Mataram, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah melepas pawai Takbiran Idul Fitri 1440 H dari pintu selatan Islamic Center (IC) NTB. Didampingi istrinya, Niken Saptarini Widyawati  melepas secara resmi peserta pawai takbir Idul Fitri di IC NTB.

    Seremonial pelepasan yang dimulai usai Shalat Isya berjamaah ini ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan oleh Zulkieflimansyah didampingi Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana.

    Para peserta pawai takbir yang berjalan kaki  dan kendaraan hias merupakan perwakilan remaja masjid dan perwakilan Kecamatan se-Kota Mataram. Ribuan masyarakat NTB tumpah ruah di jalan protokol masing-masing wilayah kecamatan se-kota Mataram untuk menyaksikan pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.