Jokowi Salat Idul Fitri di Istiqlal, Khatib Ingatkan Pentingnya Saling Memaafkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberi hormat saat tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberi hormat saat tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melaksanakan salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ia tiba pukul 6.55 WIB. Jokowi datang bersama istrinya, Iriana. Keduanya didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

    BACA: Jokowi Salat Ied di Istiqlal, Jemaah Berswafoto di Panser Anoa

    Adapun petugas Imam dan khatib salat Idul Fitri kali ini adalah Guru Besar Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Said Agil Husin Al Munawwar. Tema khotbahnya adalah 'Idul Fitri Menebar Maaf, Membangun Kebersamaan'.

    Dalam khotbahnya, Said mengingatkan untuk saling memaafkan di momen Idul Fitri ini. "Karena memberi dan menerima maaf adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah SWT," katanya, Rabu, 5 Juni 2019.

    BACA: Ormas Nonmuslim Bantu Jaga Keamanan Salat Idul Fitri di Istiqlal

    Said menuturkan, pada dasarnya manusia diciptakan bukan untuk saling bertikai melainkan untuk mengabdi kepada Allah SWT dan menjadikan Alquran dan sunah nabi sebagai pedoman hidup. Ia menjelaskan Alquran dan sunah sudah teruji mewujudkan peradaban manusia yang mulia.

    "Bahkan Alquran terbukti mengajarkan manusia agar memiliki sifat saling mencintai, memaafkan, dan menciptakan perdamaian," ujarnya.

    Turut hadir dalam salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal ini Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.