Jokowi Salat Ied di Istiqlal, Jemaah Berswafoto di Panser Anoa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersalam-salaman usai menunaikan ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. Ribuan umat muslim melaksakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan dipimpin oleh Imam Said Agil Husin Al Munawwar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersalam-salaman usai menunaikan ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. Ribuan umat muslim melaksakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan dipimpin oleh Imam Said Agil Husin Al Munawwar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Sekitar sepuluh orang jamaah salat Ied menyempatkan diri berfoto selfie di depan dua panser Anoa yang berada samping pintu VIP Masjid Istiqlal. Kendaraan taktis ini bertugas mengamankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang melaksanakan Salat Ied di masjid berkapasitas 200 ribu jemaah ini.

    BACA: Anies Rencanakan Hadir di Open House Jokowi Pagi Ini

    Salah satu jamaah, Abdul Rahman mengatakan senang bisa berfoto di depan panser Anoa yang merupakan produksi dalam negeri melalui PT. Pindad. "Jarang-jarang kan bisa lihat langsung panser Anoa," ungkap Rachman di Masjid Istiqlal, Rabu 5 Juni 2019.
     
    Sekitar pukul 06.50, pengelola Masjid Istiqlal mengumumkan bahwa Jokowi dan Ibu Negara Iriana telah berada di Masjid terbesar Se-Asia Tenggara ini. "Presiden Joko Widodo dan istri Ibu Iriana akan memasuki ruang utama," ujar pengelola melalui pengeras suara, 5 Juni 2019.
     
    Berdasarkan pemantauan Tempo, iring-iringan kepala negara atau Presiden Jokowi tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 07.35.
     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.