Ani Yudhoyono Meninggal, Anies: Tumbuh Besar di Keluarga Pejuang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliya Rajasa dan putrinya, Gaia, membantu Ani Yudhoyono berdiri. Instagram/@ruby_26

    Aliya Rajasa dan putrinya, Gaia, membantu Ani Yudhoyono berdiri. Instagram/@ruby_26

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenal Ani Yudhoyono sebagai sosok terbuka dan merangkul siapa saja. "Beliau bisa menjangkau siapa saja, bisa ngobrol dengan banyak orang. Baik hati dan wawasannya luas," ujar Anies di Puri Cikeas, Bogor, Ahad, 2 Juni 2019.

    Menurut Anies, Ani Yudhoyono mempunyai gen pejuang mengalir didarahnya. Ia menyebut istri Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ini tumbuh besar dari keluarga pejuang.  "Ayahnya, Pak Sarwo Edhi Wibowo kita semua kenal sebagai salah satu tokoh dalam pemberantasan PKI di Indonesia."

    Baca juga: Selamat Jalan Permata Kasat Mata, Ani Yudhoyono

    Pengabdian untuk bangsa, kata Anies juga terlihat dari perjalanan hidup bersama SBY. "Kita semua merasa kehilangan. Kita percaya ibu Ani, seluruh hidupnya itu bermanfaat bagi semua.”

    Ia berdoa Ani husnul khatimah hingga akhir hayatnya. “Dimuliakan di sisi Allah." 

    Baca juga: SBY: Ibu Ani Yudhoyono Menangis Melihat ...

    Ani Yudhoyono wafat Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu Singapura. Perjuangannya melawan kanker darah berakhir setelah tiga bulan dirawat di Rumah Sakit National University, Singapura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.