Cerita Ani Yudhoyono Soal Makna Nama Kristiani Herrawati

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak yang mengira Istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, adalah seorang mualaf. Karena nama Kristiani yang melekat padanya. Apalagi, perempuan 67 tahun ini juga pernah menempuh sekolah jurusan kedokteran di Universitas Kristen Indonesia.

    Baca: SBY Ceritakan Saat-saat Terakhir Bersama Ani Yudhoyono

    Ani Yudhoyono dalam buku "Kepak Sayap Putri Prajurit" yang ditulis Alberthiene Endah, bercerita bahwa nama itu merupakan pemberian sang ayah, Sarwo Edhie Wibowo, yang terinspirasi dari karakter tokoh pewayangan Kresna.

    "Perihal namaku, ada kisahnya tersendiri. Saat aku lahir, Papi sedang ditugaskan di Batalyon Kresna di Yogyakarta," kata Ani Yudhoyono di dalam buku itu. Menurut Ani, sang ayah memang mengidolakan Kresna. Sehingga ketika Ani lahir di Yogyakarta pada 6 Juli 1952, Sarwo Edhi ingin menyamatkan nama Kresna.

    Ani mengatakan tak mungkin sang ayah melekatkan mentah-mentah nama Kresna yang identik dengan laki-laki. Jika ditambahi 'wati' pun terdengar lucu, Kresnowati. "Akhirnya Papi memberiku nama: Kristiani," kata Ani.

    Sementara itu, nama Herrawati dari penggalan kisah yang pernah diceritakan ayahnya. Herrawati memiliki makna kekuatan yang bisa menyapu bersih halang rintang saat terjadi huru-hara.

    Ani Yudhoyono merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo merupakan tokoh militer terkenal di era Presiden Soeharto.

    Ani menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada 1976 dan dikaruniai dua orang putra, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Dari kedua putranya, Ani memiliki empat orang cucu.

    Baca: Ribuan Karangan Bunga untuk Ani Yudhoyono Terus Berdatangan

    Ani Yudhoyono meninggal akibat penyakit kanker darah yang dideritanya di usia 67 tahun. Dia menghembuskan napas terakhir di National University Hospital, Singapura pada pukul 11.50 waktu setempat, Sabtu, 1 Juni 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.