Pesan Ridwan Kamil di Hari Lahir Pancasila: Merawat Persatuan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Sabtu, 25 Mei 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Sabtu, 25 Mei 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan tantangan terbesar pada peringatan hari lahir Pancasila saat ini adalah pengamalan sila ke-3.

    Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Ada Insiden Bendera Jatuh di Gedung Sate

    “Tentang persatuan. Kita melihat ke-Indonesia-an kita banyak tekanan, baik oleh perbedaan yang sebenarnya dari juga perbedaan itulah yang melahirkan ke-Indonesia-an, perbedaan asal-usul, masyarakat, tradisi, bahasa dan lain-lain,” kata dia selepas memimpin apel Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Ridwan Kamil mengatakan, tema peringatan hari lahir Pancasila tahun ini dinilainya pas. “Kita Indonesia, Kita Pancasila. Kalau tidak ada Indonesia, tidak ada Pancasila. Begitu sebaliknya,” kata dia

    Dia mengingatkan Pancasila bukan ujug-ujug ada. “Pesan saya adalah, jangan melihat Pancasila ini sebagai hal yang ‘taking-for-granted’, sesuatu yang otomatis, ini itu adalah barang mahal, Pancasila itu ideologi yang harus dijaga kalau bangsa Indonesia ini mau seperti ini selamanya,” kata Ridwan Kamil.

    Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ingatkan Tantangan Internasional

    Ridwan Kamil mengatakan, Pancasila harus tetap dipelihara. “Kalau kita tidak pelihara, seperti sebuah rumah, lama-lama akan lapuk dan hancur. Pancasila juga sama, harus kita jaga, rawat selalu, tetap relevan," ujarnya.

    Ia berharap pada peringatan hari lahir Pancasila ini urusan Pilpres, urusan keyakinan, agama, dan etnisitas sudah selesai dan tidak mengemuka lagi di masa mendatang. "Itu adalah sebuah hal yang sudah diselesaikan oleh sila-sila yang ada dalam Pancasila," ujar Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.