3 Pesan Mahfud MD di Hari Lahir Pancasila

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila, Megawati Sukarnoputri, saat bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila, Megawati Sukarnoputri, saat bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD, menyampaikan tiga pesan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. "Peringatan Hari Pancasila ini sebenarnya mempunyai banyak nilai-nilai, tapi saya akan bicara tiga hal," kata Mahfud di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Baca: Hari Lahir Pancasila, Ada Insiden Bendera Jatuh di Gedung Sate

    Pesan pertama adalah Pancasila ditetapkan sebagai dasar ideologi negara untuk mempersatukan bangsa di dalam perbedaan. "Oleh sebab itu, kita harus ingat bahwa kita harus bersatu di dalam keberbedaan yang sangat beragam," katanya.

    Pesan kedua, cara mengelola perbedaan harus dengan cara-cara yang demokrasi. Sebab, terlalu banyak perbedaan yang tidak dikelola secara demokratis akan menghasilkan ketidakadilan. Misalnya, tidak ada kesempatan yang sama kepada setiap ikatan kelompok masyarakat.

    Pesan ketiga Mahfud adalah demokrasi akan liar jika tidak dikawal oleh hukum. "Prinsip ketiga yang ingat kali ini adalah bagaimana kita mengembalikan segala persoalan di dalam proses demokrasi itu kepada hukum," ujarnya.

    Menurut Mahfud, bangsa Indonesia juga harus mampu beradaptasi dengan setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya, dalam era digital yang memberikan pelayanan cepat kepada seluruh masyarakat dunia lintas bangsa. Jika negara tidak tanggap terhadap perkembangan itu, rakyat akan lebih banyak berinteraksi secara digital dengan dunia luar.

    Baca: Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ingatkan Tantangan Internasional

    "Sehingga nasionalismenya mungkin akan tergerus secara pelan tapi pasti. Oleh sebab itu, negara harus menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.