Jubir Kubu Prabowo Berharap Muzakir Urungkan Niat Referendum Aceh

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade berharap mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka Muzakir Manaf mengurungkan niatnya menginginkan referendum Aceh. Andre mengaku memahami kekecewaan Muzakir terhadap pemerintah, tetapi menurut dia integrasi, kesatuan, dan persatuan bangsa adalah yang utama.

    Baca: Moeldoko Soal Referendum Aceh: Ingat Konsekuensi Yuridisnya

    "Kami melihat pernyataan Pak Mualem (sapaan Muzakir) itu bagian dari kekecewaan beliau melihat ada indikasi kecurangan yang luar biasa dalam pemilu ini. Tapi tentu sebagai orang yang cinta kepada negara ini, kami berharap rencana referendum itu ditiadakan," kata Andre kepada Tempo, Jumat, 31 Mei 2019.

    Andre mengatakan, kubunya sepakat dengan Mualem ihwal banyaknya kecurangan di Pemilihan Umum 2019 ini. Dia setuju Pemilu 2019 harus dievaluasi secara menyeluruh.

    Namun, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ini mengingatkan bahwa langkah konstitusional tengah ditempuh. Prabowo - Sandiaga, kata dia, saat ini sedang menggugat hasil pemilihan presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

    "Pemilu harus kita evaluasi. Kecurangan tetap kami akan lawan, makanya Prabowo Sandi mengambil langkah konstitusional dengan menggugat ke MK," kata dia.

    Baca: Soal Referendum Aceh, Begini Sikap Menhan Ryamizard

    Perihal referendum itu diungkapkan Mualem saat peringatan ke-9 wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Teuku Muhammad Hasan Ditiro di Gedung Amel, Banda Aceh, Senin, 27 Mei 2019. Mantan Wakil Gubernur Aceh itu menyerukan masyarakat Aceh segera melakukan referendum menentukan tetap atau lepas dari Indonesia.

    Muzakir kecewa dengan pelaksanaan pemilihan umum 2019. Dia pun menilai kondisi Indonesia saat ini sudah di ambang kehancuran. Muzakir berujar, tak lama lagi Indonesia akan dijajah oleh asing. Karena itu, menurutnya, lebih baik Aceh melakukan referendum seperti Timor Timur.

    Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf ini juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto. Dalam salah satu kunjungannya ke Aceh pada Desember 2018, Prabowo bercerita dirinya bersahabat dengan Muzakir. Sempat berhadap-hadapan dengan Muzakir kala masih menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat, Prabowo mengaku bingung dengan persahabatan itu.

    "Tidak ada orang membayangkan bagaimana Panglima GAM dan Panglima Kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti," kata Prabowo melalui keterangan tertulis pada Rabu, 26 Desember 2018.

    Baca: Anggota DPD Aceh Minta Pemerintah Serius Tanggapi Referendum

    Andre melanjutkan, bagi Prabowo kedaulatan Indonesia adalah yang utama. Menurut dia, Ketua Umum Partai Gerindra itu ingin seluruh bangsa bersatu dan bahu-membahu membangun Indonesia dari Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Pulau Rote. "Kami berharap Pak Mualem mengurungkan niat lah untuk melakukan referendum," ujar Andre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.