Amien Rais: Kekuasaan yang Tak Mau Diingatkan akan Porak-poranda

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, mengatakan bila ada kekuasaan yang melengos atau tak menaruh perhatian ketika diingatkan, maka Tuhan akan membuka pintu kesenangan. Namun setelah kesenangan itu, kata dia, akan turun palu godam yang membuat kekuasaan tersebut hancur porak poranda.

    "Mereka minum-minum, mereka segala macam dilakukan. Tapi ketika mereka pada puncak kesenangannya, Allah tiba-tiba menjatuhkan palu godam hukuman dan mereka jatuh hancur porak poranda," kata Amien di Masjid At Tin, Jakarta Timur, Kamis, 30 Mei 2019.

    Baca Juga: Amien Rais Samakan Tokoh di Kubunya dengan Hamka dan Natsir

    Pernyataan itu disampaikan Amien saat menghadiri acara doa bersama untuk para korban aksi 21-22 Mei 2019. Hadir pula dalam acara itu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Neno Warisman, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak, Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis, dan lainnya.

    "Jadi saya kira itu, hati-hati para penguasa. Ini saya ikhlas, saya enggak bicara politis, saya bicara agama. Jadi tolong dengarkan itu kalau nekat insya Allah akan porak poranda," ucap Amien.

    Amien juga menyinggung banyaknya tokoh pendukung Prabowo-Sandiaga yang berurusan dengan polisi. Dia membandingkan para tokoh itu dengan dua ulama besar, Buya Hamka dan Mohammad Natsir. "Jadi biasanya orang yang memperjuangkan kebenaran memang biasanya berurusan dengan aparat, dengan penguasa," kata Amien.

    Amien berujar, Hamka, meskipun sebagai ulama besar, pernah dipenjara beberapa tahun lantaran mengkritik kekuasaan. Begitu pun Natsir. Amien menyebut mantan perdana menteri itu orang yang baik akhlaknya dan sangat ikhlas serta berjasa mendorong berubahnya bentuk negara federal menjadi kesatuan. "Jadi kalau sekarang para tokoh kita yang memperjuangkan kebenaran terpaksa masuk bui, itu mungkin biasa," ucapnya mengklaim.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu mengajak para pendukung Prabowo-Sandiaga untuk bersabar. Di sisi lain, dia meminta penguasa untuk menghentikan persekusi dan kriminalisasi terhadap orang-orang di kelompoknya. Dia mengklaim mereka hanya ingin menegakkan kebenaran.

    Sejumlah pendukung Prabowo-Sandiaga saat ini ditahan lantaran dituduh terlibat makar. Beberapa di antaranya ialah Eggi Sudjana, Kivlan Zein, Bachtiar Nasir, Lieus Sungkharisma, dan Permadi. Ada pula yang terjerat kasus penyebaran kabar bohong, yaitu Mustofa Nahrawardaya.

    Amien kemudian membacakan sebuah ayat dari Alquran. Dia juga membacakan terjemahaan ayat tersebut. Kata Amien, jika kebenaran sudah datang, kebatilan akan hancur porak-poranda.

    Simak Juga: UGM: Amien Rais Pensiun, Aktivitas Politik Tanggung Jawab Pribadi

    "Jadi saya miris betul negeri kita betul-betul dalam keadaan sangat kritis. Umat Islam dikejar-kejar, dicarikan dalil apa pun supaya masuk penjara. Maka insya Allah penguasa akan...," kata Amien tanpa melanjutkan ucapannya.

    Menanggapi ucapan Amien Rais yang menggantung itu, sebagian massa menyerukan kata "tumbang" dan "hancur".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.