Dinilai Sebar Hoax, Dokter RSHS Bandung Ditangkap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung ditangkap. Alasannya, dokter berinisial DS itu dianggap menyebarkan kabar bohong alias hoax. Pimpinan rumah sakit menyatakan prihatin atas kejadian itu.

    Baca juga: Jerry D Gray Tersangka Hoax Pernah Jadi Kameramen Metro TV

    Direktur Utama RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Nina Susana Dewi mengatakan, seorang staf dokter ditangkap dan ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Barat. Waktunya pada Senin malam, 27 Mei 2019. “Kami berdoa semoga masalahnya segera beres dan selesai,” katanya, Rabu, 29 Mei 2019.

    Kabar penahanan itu diketahui Nina dari media sosial Selasa, 28 Mei 2019. “Kami konfirmasi ke teman seprofesinya, awalnya begitu,” ujarnya. Masalah itu kemudian dibahas dalam rapat kerja pimpinan rumah sakit.

    DS menurutnya telah bekerja di RSHS Bandung selama 20 tahun. Dokter spesialis Obsetri dan Ginekologi itu berstatus pegawai negeri sipil. Menurut keterangan polisi, DS ditangkap karena unggahannya di akun media sosialnya tentang kematian seorang remaja dalam aksi kerusuhan 22 Mei 2019.

    Menurut Nina, kinerja DS di rumah sakit selama ini tergolong baik dalam pelayanan kepada pasien maupun secara kepegawaian. “Saya mengimbau seluruh karyawan untuk berhati-hati dan bijak di dalam menyikapi atau menggunakan media sosial,” kata dia.

    Baca juga: Buat Video Ujaran Kebencian dan Hoax, Eks Tentara AS Ditangkap

    Perhatian pihak rumah sakit kini soal proses hukum DS dalam kasus hoax tersebut. Mereka akan meminta konfirmasi ke Polda Jabar soal status penahanan. Alasannya menurut Nina karena terkait dengan pelayanan yang diberikan serta aturan kepegawaian. “Kami harus jelas soal status penahanan, harus ada alasan buat kepegawaian.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.