Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Dituntut 7 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Punding LH Bangkan, Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Arisavanah dan Edy Rosada sebagai penerima suap. ANTARA

    Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Punding LH Bangkan, Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah Arisavanah dan Edy Rosada sebagai penerima suap. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Borak Milton dan Sekretaris Komisi B, Punding Ladewiq H Bangkan dihukum 7 tahun penjara karena menerima suap dari petinggi PT Sinar Mas Agro Resources Technologies. Selain itu, KPK juga menuntut Borak membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

    Baca juga: Eks Petinggi Sinar Mas Didakwa Suap DPRD Kalteng Rp 240 Juta

    "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK, Ikhsan Fernand, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

    Selain pidana pokok, jaksa menuntut keduanya diberi hukuman tambahan berupa pencabutan politik selama tiga tahun seusai menjalani pidana pokok.

    Jaksa menyatakan Borak dan Punding terbukti menerima Rp 240 juta dari Wakil Direktur Utama PT SMART Edy Saputra Suradja, Managing Director PT Binasawit Abadi Pratama, Direktur Operasional Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah IV, V dan Gunungmas, Willy Agung Adipradhana dan Department Head Document and License Perkebunan Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah-Utara Teguh Dudy.

    Jaksa mengatakan mereka memberi uang suap supaya Borak dan Punding tidak menggelar rapat dengar pendapat mengenai pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kalteng. Uang juga diberikan agar anggota DPRD tidak mempermasalahkan PT BAP yang tidak memiliki sejumlah izin perkebunan. Selain itu, uang tersebut juga diberikan agar anggota DPRD mengklarifikasi pemberitaan pencemaran limbah di media massa.

    Baca juga: Lima Fakta OTT Dugaan Suap DPRD Kalteng dan Anak Usaha Sinar Mas

    Dalam sidang yang sama, jaksa menuntut dua anggota Komisi B DPRD Kalteng, Edy Rosada dan Arisavanah dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan serta pencabutan hak politik selama 3 tahun. Jaksa menganggap keduanya terbukti menerima suap Rp 240 juta dari petinggi PT SMART untuk tujuan yang sama dengan Borak dan Punding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.