SBY: Pemilu 2019 Kurang Fair Play, Tetapi....

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memasukkan kertas suara dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS di Singapura, Kamis, 14 April 2019. Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak awal bulan Februari. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memasukkan kertas suara dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS di Singapura, Kamis, 14 April 2019. Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak awal bulan Februari. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, mengatakan partainya menerima hasil pemilihan umum 2019. Namun ia menekankan jika Demokrat menerima hasil itu dengan catatan karena merasa Pemilu 2019 kurang adil.

    Baca: SBY: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tak Harus Hasilkan Kesepakatan

    "Saya harus katakan bahwa partai kita, Partai Demokrat, juga dirugikan akibat kurangnya fair play dalam pemilu 2019," kata SBY dalam rekaman video kontemplasi Ramadan yang diputar saat acara buka puasa bersama pengurus DPP Partai Demokrat di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Atas dasar itu, SBY mengatakan Demokrat tetap mendukung jika ada calon-calon anggota legislatif dari partai ini yang mengajukan gugatan sengketa hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Di sisi lain, kata dia, Partai Demokrat juga akan mengevaluasi secara komprehensif atas penyelenggaraan pemilu tahun 2019.

    "Agar Pemilu 2024 mendatang dapat dilaksanakan lebih damai, lebih jujur, lebih adil serta lebih demokratis, dan lebih berkualitas dan juga dan ini penting agar benar-benar ada fair play dan keadilan yang sejati bagi para peserta pemilu," ucapnya.

    Baca: Istrinya Dirisak, SBY: Saya Sedih dan Ibu Ani Meneteskan Air Mata

    Kendati merasa Pemilu 2019 kurang adil, SBY mengimbau kader-kadernya untuk menerimanya secara sportif meski suara Partai Demokrat dibandingkan Pemilu 2014 menurun dari 10 persen menjadi 7,7 persen. "Menang tidak terbang, kalah tidak patah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.