Cerita SBY Soal Sikap AHY Mau Menerima Kekalahan di Pilkada DKI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, curhat soal rasanya kalah berkali-kali dalam Pemilihan Umum atau Pemilu. 

    Baca: Istrinya Dirisak, SBY: Saya Sedih dan Ibu Ani Meneteskan Air Mata

    Pertama, SBY menuturkan ia pernah kalah dalam pemilihan wakil presiden 2001. Namun beberapa saat setelah ia kalah, ia mau mengakuinya dan menyampaikan selamat kepada wakil presiden terpilih (Hamzah Haz). "Selanjutnya saya minta para konstituen saya mendukung Wapres terpilih tersebut," katanya, Senin, 27 Mei 2019.

    Kala itu, SBY harus berhadapan dengan Hamzah Haz dan Akbar Tandjung dalam memperebutkan kursi Wakil Presiden kesembilan. Posisi wakil presiden saat itu memang kosong. Sebab, Megawati Soekarnoputri menggantikan posisi Presiden Abdurrahman Wahid yang dilengserkan MPR. 

    SBY menuturkan hal sama ia lakukan saat pemilihan legislatif 2014. Saat itu ia mau mengakui hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang menempatkan Partai Demokrat di urutan ke-4.

    "Saya menerima hasil quick count dan saya ucapkan selamat kepada tiga partai politik yang perolehan suaranya di atas Partai Demokrat," kata dia.

    Selain itu, presiden Indonesia ke-6 ini mencontohkan sikap Agus Harimurti Yudhoyono di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Kalah saat putaran pertama, kata dia, AHY mau mengakuinya dan mengucapkan selamat kepada pesaingnya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    "Banyak cerita mengapa AHY kalah dalam pemilihan gubernur kala itu, namun secara ksatria menerima kekalahan," ujarnya.

    Baca: AHY: Jokowi Minta Saya Jadi Jembatan Komunikasi dengan SBY

    SBY pun mengimbau kader-kadernya untuk melakukan hal sama dalam menyikapi Pemilu 2019. Seperti diketahui, perolehan suara Partai Demokrat dibandingkan Pemilu 2009 menurun dari 10 persen menjadi 7,7 persen. "Para kader secara ksatria kita harus menerima hasil pemilu itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.