SBY: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tak Harus Hasilkan Kesepakatan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu. Hal itu ia ungkapkan dalam rekaman pidatonya yang diputar di acara buka puasa bersama pengurus DPP Partai Demokrat di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, pada Senin, 27 Mei 2019.

    Baca juga: SBY: Selamat kepada Jokowi - Ma'ruf, Saya Dukung Penuh

     

    SBY yang tengah berada di Singapura ini mengatakan, Jokowi dan Prabowo memiliki pendukung yang besar. Itu sebabnya pertemuan dua kandidat presiden 2019-2024 ini pascapemilihan umum dinilai penting. "Dalam pertemuan tersebut tidak harus terjadi kesepakatan apapun," kata SBY.

    Berdasarkan hitung manual Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin berhasil memenangkan pemilihan presiden dengan raihan 85,6 juta atau 55,5 persen suara. Sementara lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 68,65 juta atau 44,5 persen suara.

    Meski begitu, Jokowi belum bisa ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024 lantaran pihak Prabowo melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

    SBY menuturkan, Jokowi pasti menghormati langkah Prabowo yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pemilu. Kendati demikian ia tetap mendorong pertemuan kedua tokoh ini segera terlaksana.

    "Jika pertemuan itu dalam waktu dekat belum memungkinkan, tidaklah berarti tidak ada hari esok yang lebih indah," ucapnya.

    Jokowi mengungkapkan telah mengutus seseorang untuk bertemu Prabowo. Pada 22 April 2019 atau beberapa hari setelah Pemilu 2019 berlangsung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bercerita ia telah berkomunikasi dengan Prabowo lewat telepon. Ia menghubungi ketua umum Partai Gerindra itu atas perintah Jokowi. Namun demikian, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo tak segera terwujud.

    Belakangan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK bertemu dengan Prabowo pada 23 Mei sore hari di daerah Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Jokowi mengatakan pertemuan itu atas inisiatifnya dan JK. Belum diketahui apa isi pembicaraan kedua tokoh.

    Dalam acara buka puasa dan mendengarkan pidato SBY ini turut hadir Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono; Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan; dan sejumlah petinggi DPP lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.