Polda Jatim Tahan Lima Tersangka Pembakaran Polsek di Sampang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surabaya - Polisi akhirnya menahan lima dari enam tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura. "Yang satu masih kami dalami," kata Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Luki Hermawan, Senin, 27 Mei 2019.

    Kelima tersangka itu adalah Abdul Kadir Al Hadad, Hadi, Supandi, Hasan dan Ali. "(tersangka) Aktor intelektualnya adalah Habib AK (Abdul Kadir Al Hadad)," kata Luki.

    Baca juga: Kapolda Sebut Pembakaran Polsek di Sampang Dipicu Salah Informasi

    Pembakaran Polsek Tambelangan dilakukan oleh massa pada Rabu malam, 22 Mei lalu. Aksi itu dipicu oleh berita bohong yang menyebutkan beberapa tokoh Madura ditangkap saat unjuk rasa dalam Aksi 22 Mei di Jakarta. Isu lain mengatakan ada tokoh agama asal Madura yang tak bisa keluar dari Jakarta.

    Selain menyiapkan dan membuat bom molotov, Abdul Kadir juga disangka mengkomando 70 orang yang dia datangkan dengan dua pikap untuk merusak mapolsek. Empat tersangka lainnya ikut merusak mapolsek dengan melempar batu dan bom molotov.

    Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembakaran Polsek di Sampang

    Sejauh ini polisi telah memeriksa 17 saksi kasus pembakaran polsek di Sampang. Para tersangka, dibidik dengan pasal berlapis, yakni Pasal 200, 187, dan 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). "Aktor intelektualnya pasti lebih berat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.