Lagi, Jokowi Undang Pedagang Korban Penjarahan 22 Mei ke Istana

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) menerima pedagang kaki lima yang menjadi korban penjarahan saat aksi 22 Mei, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Keduanya mengaku dijanjikan bantuan uang untuk modal usaha. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kanan) menerima pedagang kaki lima yang menjadi korban penjarahan saat aksi 22 Mei, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Keduanya mengaku dijanjikan bantuan uang untuk modal usaha. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengundang korban penjarahan saat kerusuhan 22 Mei ke Istana Negara, Jakarta. Hari ini, 27 Mei 2019, ia bertemu dengan Usma, 64 tahun, yang dagangan di warungnya ludes dijarah massa.

    Usma tiba di Istana sekitar pukul 10.00. Ia menuturkan saat kerusuhan terjadi semua dagangannya seperti rokok, minuman, dan makanan habis diambil massa. “Kerugian mencapai Rp 20 juta,” kata Usma.

    Baca juga: BW Singgung soal Rezim Korup, Jokowi: Jangan Mudah Merendahkan

    Bak pejabat, ia diantar personel Pasukan Pengamanan Presiden dengan mobil golf untuk menuju Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung tertutup selama 30 menit.

    Seusai pertemuan, Usma bercerita Presiden memberinya hadiah berupa tiga helai pakaian. Dalam sebuah pemberitaan disebutkan jika pakaian Usma yang diletakkan di Pos Polisi Jalan Sabang ikut ludes saat massa Aksi 22 Mei membakar pos itu. "Ini jadi gantinya baju saya aja, kan, habis (terbakar)."

    Selain itu, Jokowi memberi uang untuk modal usahanya. Namun ia enggan membeberkan berapa uang yang ia terima. "Ada lah," ujarnya.

    Menurut Usma, Jokowi berpesan agar dia mau melanjutkan usahanya meski pernah dijarah massa. Ia menyanggupi dan berencana kembali berdagang seusai lebaran.

    Baca juga: Ungkit Pilkada DKI, BPN Minta Jokowi Telepon Langsung Prabowo

    Sebelumnya, Jokowi telah mengundang dua pedagang yang menjadi korban penjarahan dalam kerusuhan 22 Mei 2019 pada Jumat pekan lalu, 24 Mei 2019. Kedua pedagang itu adalah Abdul Rajak, 62 tahun dan Ismail, 68 tahun.

    Abdul Rajak adalah pedagang rokok dan minuman di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat. Adapun Ismail penjual mie instan dan kopi di dekat Pos Polisi Jalan Sabang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.