Sabtu, 20 Oktober 2018

PDIP Tak Ingin Dicap Partai Non Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:PDI Perjuangan tak lagi ingin dicap sebagai partai non muslim. Melalui organisasi sayap Baitul Muslimin Indonesia (BMI), PDIP ingin membuktikan sebagai partai yang pluralis, nasionalis, termasuk juga menjadi bagian dari kelompok muslim. Dewan Pembina BMI Taufiq Kiemas mengungkapkan hal itu saat membuka simposium 100 tahun Buya Hamka di Bidakara, Kamis (10/4). Ia menyesalkan selama ini PDIP dikenal sebagai partainya preman, nasrani, dan bahkan kaum komunis. "Yang paling sedih dikatakan semua komunis kumpul di PDIP," katanya. Menurutnya, hal ini harus diselesaikan. Untuk itulah diusulkan dibentuk BMI sebagai organisasi sayap PDIP. Taufiq menambahkan, meski Bung Karno dan Buya Hamka memiliki perbedaan secara politik tetapi tidak dapat dipisahkan dalam hal nasionalisme. Hal ini dibuktikan ketika Bung Karno wafat, Buya Hamka mensalatkan jenazah Bung Karno. Aqida Swamurti

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.