Kata Romahurmuziy Soal Penyakitnya dan Dispenser KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI (nonaktif) Romahurmuziy, menjalani pemeriksaan pasca menjalani pembantaran di Rumah Sakit Polri Soekanto selama sebulan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Komisi Pemberantasan Korupsi mencabut pembantaran tersangka suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy, sejak Kamis, 2 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota DPR RI (nonaktif) Romahurmuziy, menjalani pemeriksaan pasca menjalani pembantaran di Rumah Sakit Polri Soekanto selama sebulan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Komisi Pemberantasan Korupsi mencabut pembantaran tersangka suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy, sejak Kamis, 2 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy minta didoakan supaya penyakitnya cepat sembuh. Dia bilang penyakitnya kambuhan.

    Baca juga: KPK Panggil Ketua DPW PPP Jatim untuk Tersangka Romahurmuziy

    "Penyakit saya kan memang kambuhan ya, doakan semoga saja sehat," kata dia seusai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    Sejak ditahan KPK dalam kasus korupsi, sudah dua kali Rommy dibantarkan di Rumah Sakit Polri karena penyakitnya. Dia pernah dirawat selama hampir sebulan pada April lalu. Beberapa hari setelah kembali ke rumah tahanan KPK, dia mesti dirawat lagi di RS Polri. Rommy merahasiakan penyakitnya. "Itu rahasia pasien," kata dia.

    Selain soal penyakit, Rommy juga mengeluhkan kondisi dispenser di rutan KPK. Dia bilang gara-gara kondisi dispenser, sejumlah tahanan kena diare. Dia menuding dispenser KPK belum pernah dibersihkan. "Kami minta supaya dikuras, atau diganti dispensernya," kata Rommy.

    Baca juga: Lukman Hakim Saifuddin Bakal Dicecar Soal Duit dari Penyuap Rommy

    Romahurmuziy menjadi tahanan KPK pada 16 Maret 2019 sejak ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pengangkatan jabatan tinggi di Kemenag. KPK menyangka Rommy menerima Rp 250 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Rp 50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi. Suap diduga diberikan untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

    IMAM SUKAMTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.