Di Pontianak, 3 Petugas Luka Tembak saat Atasi Kerumunan Massa

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Dit Sabhara Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bersiaga di depan pos polisi yang telah dibakar massa di Tanjung Raya, Pontianak, Kalbar, Rabu, 22 Mei 2019. Dua pos polisi di simpang Jalan Tanjungpura dan Tanjung Raya Pontianak dibakar massa Aksi 22 Mei yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2019. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Seorang anggota Dit Sabhara Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bersiaga di depan pos polisi yang telah dibakar massa di Tanjung Raya, Pontianak, Kalbar, Rabu, 22 Mei 2019. Dua pos polisi di simpang Jalan Tanjungpura dan Tanjung Raya Pontianak dibakar massa Aksi 22 Mei yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2019. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Pontianak - Kota Pontianak sempat memanas kembali pasca pembakaran dua pos polisi oleh massa menjelang subuh, Kamis, 23/5. Tiga aparat TNI - Polri mengalami luka tembak dari senjata rakitan dalam upaya mereka mengurai konsentrasi massa.

    Baca juga: Polisi Tangkap 38 Orang Terkait Rusuh Pontianak

    "Pada saat mengurai masa Aksi beberapa petugas mengalami luka dan tertembak," terang Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go, Kamis 23 Mei 2019.  Aparat yang terluka itu,a dalah Bripda Aldiono, Satuan Shabara Polda Kalbar, luka tembak di tungkai bawah kanan.

    Lalu juga Ipda Agus S, Satuan Shabara Polda Kalbar, yang mengalami luka tembak di kaki kanan, serta Brigadir Sarifin Ahyar, Satuan Restik Mempawah yang terkena luka tembak di paha kiri.

    Korban lainnya, Kapten Arm Tri S. Danramil Sui Kakap terkena lemparan batu mengakibatkan robek pada pelipis. Seorang supir pejabat Polda Kalbar pun terluka di paha kiri akibat lemparan batu.

    Kericuhan terjadi di sekitar kawasan Pontianak Timur, tepatnya di perempatan Tanjung Raya dimulai pukul 21.30 WIB, pada Rabu 22 Mei 2019. Isu yang beredar massa mengamuk terpicu oleh adnaya korban meninggal dalam rusuh 22 Mei Jakarta.

    Saat itu, konsentrasi massa dari simpang empat Tanjung Raya berupaya menuju arah kota, di perempatan Hotel Garuda. Namun, massa berhasil dihalau mundur oleh petugas gabungan TNI Polri.

    Sekitar pukul 22.30 WIB Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tpr dan Danlantamal XII didampingi beberapa Direktur, Asisten Kasdam XII/Tpr, Asisten Danlantamal XII, Kapolresta serta Dandim hadir Polsek Pontianak Timur. Massa mengancam membakar Polsek Pontianak Timur "Rombongan akan melakukan negosiasi beserta para tokoh aksi. Hadir pula diantaranya Sultan Pontianak. Diharapkan dengan negosiasi bisa ss timbulnya kerugian lainnya," kata Donny.

    Sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 WIB, Polisi berhasil mengamankan sekitar 30 warga sipil ke Polresta Pontianak. Selang tiga puluh menit kemudian, pertemuan pun berakhir. Para pemimpin komando utama kembali menuju hotel Garuda.

    Selanjutnya diadakan diskusi di loby Hotel Garuda oleh unsur pimpinan Kotama. Dari pertemuan itu disepakati oleh Kapolresta dan Sultan Pontianak, Sy Mahmud Melvin, bahwa pada hari ini akan diadakan pertemuan kembali di Mapolda Kalbar yg dihadiri oleh Kapolda & Pangdam XII/Tpr.

    Sekitar pk 03.00 WIB pertemuan berakhir. Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tpr dan Danlantamal XII beserta para Direktur & Asisten kembali menuju kediaman. Sekitar pukul 03.30 WIB jembatan Kapuas I sudah dapat dibuka untuk umum dan walau beberapa petugas Polri & TNI tetap berjaga-jaga di Simpang 4 Hotel Garuda,

    Sampai dengab 04.00 WIB Situasi wilayah Kecamatan Pontianak Timur relatif aman dan kondusif.

    ASEANTY PAHLEVI (Pontianak)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.