Rusuh 22 Mei, Kapolri Bantah Perintahkan Tembak di Tempat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan langkah pengamanan penghitungan suara pemilu di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan langkah pengamanan penghitungan suara pemilu di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian membantah pernah memberikan instruksi tembak di tempat kepada jajarannya. Dia mengatakan kepolisian tak mengenal istilah tembak di tempat.

    Baca: Kapolri Tito Sebut Ada Uang Rp 6 Juta di Dalam Ambulan Perusuh

    "Dari kami kepolisian tidak pernah menyampaikan kata-kata itu, tidak pernah ada istilah tembak di tempat," kata Tito di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Rabu, 22 Mei 2019.

    Tito mengatakan kepolisian memiliki standar operasional prosedur dalam menangani demo. Prosedur itu memberi petunjuk dalam merespon dari yang paling lunak sampai paling keras. Semua anggota kepolisian, kata dia, telah memahami prosedur tersebut.

    Tito menjelaskan hal itu untuk membantah berita hoaks yang beredar bahwa dirinya memerintahkan jajaran polisi untuk melakukan aksi tembak di tembak.

    Baca: Kerusuhan di Petamburan, Polisi Sita Ambulan Partai Berisi Batu

    "Isu yang disampaikan agar tembak ditempat segala macam dari kami polisi tidak pernah menyampaikan kata-kata itu," kata Kapolri Tito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.