Soal Bertemu Prabowo, Jokowi: Saya Sudah Berinisiatif Sejak Awal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan, menyampaikan keterangan mengenai insiden Mako Brimob di Istana Bogor, 10 Mei 2018. Kelima anggota polisi yang tewas antara lain Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, dan Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan, menyampaikan keterangan mengenai insiden Mako Brimob di Istana Bogor, 10 Mei 2018. Kelima anggota polisi yang tewas antara lain Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, dan Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa ia sudah berinisiatif sejak lama untuk bertemu dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

    Baca: Korban Sudah Jatuh, Andi Arief: Jokowi dan Prabowo Bertemulah!

    "Kan sudah saya sampaikan, saya sudah berinisiatif sejak awal setelah coblosan," kata Jokowi menanggapi pertanyaan awak media mengenai rencana pertemuan dengan Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

    Jokowi mengaku sudah mengutus seseorang untuk bertemu Prabowo. "Tapi memang kelihatannya belum ketemu," kata dia.

    Usai pemilihan presiden pada 17 April 2019, Jokowi mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk menemui Prabowo. Rencana pertemuan ini pertama kali ia ungkapkan usai bertemu dengan para ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja yang menjadi pengusungnya di Resto Plataran, Jakarta, sehari setelah pencoblosan.

    Seruan agar Jokowi dan Prabowo bertemu kembali mencuat setelah aksi massa 22 Mei 2019 yang memprotes hasil Pemilu 2019 dan mengakibatkan korban berjatuhan. Salah satu yang menyerukan pertemuan itu adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

    Andi juga mempertanyakan sampai kapan Jokowi dan Prabowo menunda pertemuan. Menurut dia, jatuhnya korban jiwa tak terlepas dari persaingan dua elite politik tersebut.

    Baca: JK Berusaha Hubungi Prabowo untuk Ajak Dialog Dinginkan Suasana

    "Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang terhormat, sampai berapa korban "nyawa rakyat" yang bisa melunakkan hati untuk Bapak berdua bertemu? Korban nyawa ini akibat persaingan antara Bapak berdua," kata Andi kepada wartawan, Rabu, 22 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.