JK Minta Prabowo - Sandiaga Turun Tangan Tenangkan Massa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers terkait hasil penghitungan suara Pilpres di kediamannya Kertanegara, Jakarta, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil penghitungan suara Pilpres oleh KPU RI dan memutuskan akan menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers terkait hasil penghitungan suara Pilpres di kediamannya Kertanegara, Jakarta, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil penghitungan suara Pilpres oleh KPU RI dan memutuskan akan menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK meminta semua pihak mau turun tangan untuk mendinginkan suasana pascarekapitulasi hasil pemilihan umum. Hal itu berlaku pula untuk pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca: Mengaku Tertib, PA 212: Massa Ricuh di Bawaslu Oknum

    "Tentu kami harapkan hal yang sama kalau semua pemimpin bangsa, termasuk Pak Prabowo, Pak Sandi, untuk ikut serta menenangkan masyarakat," kata JK di kantornya, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

    JK menjelaskan pemerintah siap untuk berdialog dengan semua pihak guna mendinginkan suasana. "Karena kita tahu tujuannya sama untuk kedamaian dan kemakmuran dan semua harus ada prosedurnya," ujarnya.

    Ia bercerita bahwa dirinya kini sedang mengusahakan mengadakan pertemuan para elite-elite politik di Indonesia. Selain itu, JK berujar tengah mencoba menghubungi Prabowo untuk mengajaknya berdialog. "Ya, diusahakan (hubungi Prabowo). Sedang diusahakan ke semua tokoh-tokoh," tutur JK.

    JK meminta masyarakat ikut menjaga kondisi keamanan dan tidak mudah terpancing provokasi. Menurut dia, jika kerusuhan pecah di Indonesia, maka bakal merugikan diri sendiri.

    "Kerugiannya juga kepada kita semua dan ekonomi kita secara keseluruhan. Masyarakat juga akan kena. Ingat peristiwa 1998 krisis terjadi dan semua rakyat akan kena kalau terjadi krisis akibat kerusuhan kerusuhan seperti ini," ujar JK.

    Sebelumnya, kerusuhan pecah di kawasan Petamburan dan Tanah Abang sejak malam tadi usai aksi unjuk rasa di depan gedung Bawaslu. Akibat peristiwa ini enam orang dilaporkan tewas dan ratusan luka-luka.

    Baca: Rusuh Demonstran di Tanah Abang, Stasiun KRL Lindungi Penumpang

    Hingga kini bentrokan antara massa dan petugas keamanan masih terjadi di wilayah Slipi, Jakarta Barat. Adapun di depan Gedung Bawaslu ribuan massa kembali menggelar unjuk rasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.