Prajurit Infanteri TNI AD Cegah Massa Serbu Polsektro Gambir

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kericuhan di dekat asrama Brimob Petamburan, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/ Yusuf Manurung.

    Suasana kericuhan di dekat asrama Brimob Petamburan, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/ Yusuf Manurung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah anggota batalyon infanteri TNI AD berhasil mencegah massa yang ingin menyerbu Markas Polsek Metro Gambir di Jalan Cideng Barat Dalam, tempat berkumpul sejumlah personel Brimob.

    Baca juga: Pengamanan Pilkada 2018, TNI di Bawah Kendali Polri

    Terlihat dari atas jalan layang Cideng, di Jakarta, Rabu, 22/5, sejumlah anggota infanteri TNI AD menghalangi massa yang ingin masuk ke Jalan Cideng Barat Dalam. Aparat keamanan bernegosiasi dengan massa yang menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Setelah lagu Indonesia Raya selesai berkumandang, negosiasi berhasil menemukan kata sepakat dan massa bersedia mundur. Beberapa di antara mereka juga menyalami dan memeluk sejumlah anggota infanteri.

    Setelah itu, personel infanteri yang lebih banyak datang dan membentuk pagar betis menutup Jalan Cideng Barat Dalam, sementara massa menyanyikan beberapa lagu-lagu nasional dan meneriakkan yel-yel.

    Sebelumnya, massa juga terlihat melempar batu ke arah Mapolsek Metro Gambir dari samping jalan layang Tanah Abang. Warga sekitar mencegah pengendara sepeda motor dan orang lewat untuk mendekati lokasi bentrokan.

    Sejak Rabu dini hari, terjadi beberapa kali bentrokan antara massa perusuh dengan personel Brimob di sekitar Tanah Abang. Markas dan asrama Brimob di Petamburan juga ikut diserbu oleh massa perusuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.