Nuzulul Quran di Istana, Jokowi Ingatkan Menahan Ego Kelompok

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingati perayaan Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa, 21 Mei 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan agar perayaan ini bisa dijadikan momen untuk menahan ego.

    "Melalui peringatan Nuzulul Quran kita gali banyak inspirasi untuk teguhkan persatuan bangsa, untuk menahan ego kelompok, ego golongan dan perkuat semangat kebangsaan," kata Jokowi.

    Baca juga : Jokowi Menang Pilpres, Cak Imin Ingin Undang Syukuran

    Ia mengatakan peringatan Nuzulul Quran malam ini memiliki makna berlipat ganda. Tak hanya makna keagamaan, namun makna kebangsaan yang besar. Momen ini bisa dimanfaatkan tak hanya untuk meningkatkan pemahaman namun amalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman.

    Ia mencontohkan di era Muhammad, kemampuan dan keberhasilan dalam membangun tatanan sosial baru menjadi dasar untuk menyatukan suku-suku Arab. Mereka pun menjadi bangsa besar dan seluruh Umat Islam dalam ikatan Iman yang sama.

    Presiden Jokowi menyapa santri yang hadir dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Di Indonesia, Presiden pertama Soekarno juga mampu merintis peringatan Nuzulul Quran dengan menyelaraskan semangat keagamaan dan kebangsaan.

    "Bung Karno mentradisikan peringatan Nuzulul Quran di Istana. Ini adalah masukan dari ulama sebagai rasa syukur anugrah kemerdekaan dari Allah kepada Indonesia," tutur Jokowi.

    Ia mengatakan perayaan ini sekaligus memperingati warisan para pendiri negera, yang mampu menyelaraskan keberagaman. Hal itu tertuang dalam bingkai keberagaman yang tertuang dalam Pancasila.

    Dalam peringatan ini, hadir pula Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang, yang memberikan ceramah di awal acara. Nampak hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri di Kabinet Kerja, seperti Basuki Hadimuljono, Sofyan Djalil, Arief Yahya, Muhajir Effendi, hingga Lukman Hakim.

    Baca juga : Minta Kursi Ketua MPR, Airlangga Bilang Jokowi Merespons Positif

    Di akhir sambutannya, Jokowi yakin Indonesia bisa tumbuh menjadi negara yang lebih baik, adil, dan makmur sejahtera.

    "Saya yakin dengan menjalani tuntunan Al-Quran dan kenabian Rasul dan mengambil inspirasi pendahulu, Inshaallah Indonesia akan terus bersatu rukun dan damai," demikian Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.