Kivlan Zen Mengaku Tak Diundang ke Pertemuan 106 Purnawirawan TNI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen berjalan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen berjalan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (purn) Kivlan Zen mengaku tidak diundang dalam pertemuan 106 jenderal  purnawirawan TNI pendukung calon presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, jenderal yang mengikuti agenda itu merupakan bagian dari Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga. "Kalau Pak Djoko Santoso, BPN dong," ujar Kivlan saat dihubungi, Selasa, 21 Mei 2019. 

    Kivlan menyebutkan meski memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto tapi ia bukan tim sukses resmi BPN. "Simpatisan boleh," kata dia.

    Baca juga: 106 Purnawirawan TNI - Polisi Pro Prabowo Sampaikan Sikap Pemilu

    Sebanyak 106 jenderal Purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum Suara Kedaulatan akan membahas hasil Pilpres 2019 sore nanti di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa purnawirawan ini cenderung dekat dengan kubu Prabowo  - Sandiaga Uno.

    “Akan ada brain storming sikap politik, lalu akan menyatakan sikap,” kata salah seorang Panitia acara, Riyanda Barmawi saat dihubungi Senin, 20 Mei 2019.

    Kemarin 106 purnawirawan itu sudah menyatakan akan hadir. Beberapa nama jenderal purnawirawan TNI yang bergabung dalam Forum Suara Kedaulatan dan akan menyatakan hadir adalah Ketua BPN Prabowo - Sandiaga Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edi P, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, dan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Syamsuddin.

    Baca juga: Bertemu Prabowo di Kertanegara, Purnawirawan: Siap Presiden

    Situasi politik Indonesia saat ini adalah alasan para jenderal purnawirawan TNI ini mengadakan acara itu. Mereka mengatakan silaturahmi dibutuhkan anak bangsa untuk disikapi bersama agar tujuan demokrasi dalam pemilu Indonesia terlaksana secara jujur, adil, dan terbuka. "Sehingga dapat melahirkan pemimpin yang legitimate guna menciptakan ketentraman dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.” Ketua Panitia Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto menyampaikannya dalam keterangan tertulis Senin, 20 Mei 2019.

    Tonton: Diduga Makar Polisi Tetapkan Kivlan Zen jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.