Di Solo, KA Jayakarta Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. TEMPO/Bram Selo Agung

    Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta Api Jayakarta yang tengah melakukan perjalanan ke Jakarta terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil dan empat motor di perlintasan Purwosari, Solo, Senin malam 20 Mei 2019. Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang menimbulkan kemacetan cukup parah itu.

    Baca juga: 78 Rangkaian KA Siap untuk Mudik 2019, Berapa KA Tambahan?

    Hanya saja, enam orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian itu juga membuat perjalanan kereta api terhambat selama beberapa menit.

    "Semua korban hanya luka ringan," kata Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta Inspektur Satu Bambang Subekti. Para korban dilarikan ke dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Kasih Ibu dan Rumah Sakit Panti Waluyo.

    Hingga saat ini polisi belum menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. "Informasi sementara lantaran palang terbuka saat KA Jayakarta lewat," kata Bambang. Pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai penyebab kecelakaan itu.

    Salah satu saksi mata, Sutarman mengatakan pada saat kejadian pintu palang tertutup lantaran ada kereta api yang lewat. Saat palang pintu terbuka, ternyata masih ada KA Jayakarta yang melintas dari arah yang berlawanan. "Untung kereta berjalan pelan," kata salah satu saksi mata, Sutarman.

    Kereta api tersebut langsung menghantam Toyota Yaris nomor B 1992 EKZ yang melintas serta empat sepeda motor. Kereta api juga harus kembali ke Stasiun Purwosari yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kejadian untuk menunggu proses evakuasi.

    Manajer Humas Daerah Operasi VI PT Kereta Api Indonesia Eko Budiyanto mengatakan masih mengumpulkan informasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut. "Kami masih melakukan pendalaman," katanya saat dihubungi.

    Meski demikian, dia memastikan bahwa kereta api telah berjalan sesuai jalurnya. "Jadi justru kereta api kami tertemper oleh kendaraan," katanya. Menurutnya, semua kendaraan harus memastikan bahwa jalur kereta api aman sebelum melintasinya. "Baik ada palang pintu maupun tidak," katanya.

    AHMAD RAFIQ (Solo)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.