Pensiunan TNI Pro Jokowi Minta Purnawirawan Hormati Hasil Pemilu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi berfoto dengan peserta ketika menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI - Polri di JI Expo,Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Para purnawirawan ini tergabung dalam jejaring komunitas Cakra 19. ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi berfoto dengan peserta ketika menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI - Polri di JI Expo,Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Para purnawirawan ini tergabung dalam jejaring komunitas Cakra 19. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staff Angkatan Darat yang ada di kubu Joko Widodo atau Jokowi, Wismoyo Arismunandar, meminta para purnawirawan TNI untuk mematuhi proses demokrasi. 

    Baca: 106 Purnawirawan TNI - Polisi Pro Prabowo Sampaikan Sikap Pemilu

    Wismoyo merupakan salah satu pensiunan yang tergabung dalam Cakra 19, tim berisi purnawirawan yang mendukung Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

    "Saya menghimbau untuk ikut menjaga dan persatuan di antara anak bangsa," kata Purnawirawan Jenderal yang menjabat sebagai KSAD sejak 1993-1995 ini pada Senin, 20 Mei 2019.

    Wismoyo mengatakan seharusnya para purnawirawan TNI mematuhi konstitusi yang berlaku. Sebab, TNI terikat pada sapta marga untuk mengabdi pada negara.

    Dia berharap para aparat negara tidak akan goyah dalam berdemokrasi. "Termasuk ajakan dan kepentingan kekuasaan di luar konsitutsi, hukum dan undang-undang yang berlaku," katanya.

    Baca: Ferdinand Hutahaean Nyatakan Berhenti Dukung Prabowo - Sandi

    Sementara itu, 106 Purnawirawan TNI-Polri yang Pro-Prabowo menyatakan menolak hasil Pemilu 2019. Mereka menyebut Pemilu 2019 dipenuhi kecurangan.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.