Polri Dalami Ancaman Pelemparan Bom Molotov ke Bareskrim

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri sedang mendalami beredanya pesan berantai berisi ancaman pengeboman di markas tersebut. "Ya, sudah didalami oleh Dit Siber," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019.

    Baca Juga: Pengamanan Aksi 22 Mei, Polri: Koordinator Harus Kenali Massa

    Pesan bernada ancaman itu beredar luas di aplikasi pesan WhatsApp. Isinya sebagai berikut:

    "UNDANGAN PENGEBOMAN KANTOR BARESKRIM

    MENGUNDANG SELURUH MUJAHID UNTUK MEMBAWA BOM MOLOTOV UNTUK DILEMPAR KE GEDUNG BARESKRIM POLRI PADA TANGGAL 22 MEI 2019. TARGET UTAMA YANG HARUS DIBUNUH:
    1. KAPOLRI TITO KARNAVIAN
    2 KABARESKRIM IDHAM AZIS

    Bismillah, Allah ada dibelakang antum-antum sekalian."

    Meski belum diketahui kebenaran informasi tersebut, tetapi Polri, kata Dedi, tetap waspada atas ancaman itu. "Polri tidak boleh underestimate terhadap setiap ancaman," ucap dia.

    Simak Juga: Moeldoko: TNI-Polri di Aksi 22 Mei Dilarang Bawa Peluru Tajam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.