Cegah Warga Ikut Aksi 22 Mei, Polisi Malang Gelar Razia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Zebra/Razia. ANTARA FOTO

    Ilustrasi Operasi Zebra/Razia. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Malang - Kepolisian Resor Malang merazia kendaraan untuk menangkal aksi kejahatan jelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus untuk mencegah keberangkatan massa Aksi 22 Mei di Jakarta. Razia digelar mulai dini hari Ahad, 19 Mei 2019 sampai 22 Mei 2019. “Sweeping juga untuk mencegah pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi untuk tujuan buruk,” kata Kepala Polres Malang Ajun Komisaris Besar Yade Setiawan Ujung, Senin, 20 Mei 2019.  

    Razia dilakukan hingga masuk waktu sahur. Ujung langsung memimpin 57 personelnya merazia pada hari pertama di depan Pos 902 Jalan Raya Singosari, Kabupaten Malang. Semua kendaraan yang melintas dihentikan dan diperiksa. Razia menyasar senjata api, bahan peledak, narkotika, senjata tajam dan benda berbahaya lainnya, serta kelengkapan dokumen kendaraan. 

    Baca juga: Hendropriyono: Massa Aksi 22 Mei Sebagian ...

    Sebanyak 90 mobil pribadi, 25 mobil pikap, 25 truk, 15 minibus, dua bus, dan 20 sepeda diberhentikan dan diperiksa pada hari pertama razia. Polisi tidak menemukan senjata tajam dan bahan peledak. Polisi hanya menilang 12 kendaraan tanpa kelengkapan dokumen, termasuk  menahan satu minibus Elf W-7253-X yang membawa rokok tak bercukai.

    Razia serupa juga dilakukan oleh Polres Malang Kota sejak Sabtu pekan lalu, 18 Mei 2019. Kepala Polresta Malang AKB Asfuri mengatakan razia di tiap sudut perbatasan kota, stasiun dan terminal itu juga melibatkan anggota TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja. 

    Ahad siang, 19 Mei 2019, polisi menahan satu bus besar yang membawa 20 peserta Aksi 22 Mei di Jalan Candi Borobudur. Polisi melarang warga Kota Malang ikut aksi itu karena berpotensi mengalami gesekan dengan massa penentang maupun kemungkinan ditunggangi oleh teroris. Asfuri memastikan seluruh personel tetap bersiaga hingga seluruh tahapan pemilu dinyatakan selesai. 

    Baca juga: Tentang Aksi 22 Mei, PAN akan Beri Pernyataan ...

    Ujung mengatakan razia dilakukan berdasarkan arahan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengenai  pelaksanaan patroli skala besar yang disebut Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (K2YD). Razia ini untuk mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas. 

    Razia dilakukan berpindah-pindah tempat. Seluruh personel bersenjata lengkap berasal dari gabungan seluruh fungsi, mulai Satuan Sabhara, Satuan Lalu Lintas, Satuan Intelijen Keaman, Satuan Reserse Narkoba, dan Satuan Reserse Kriminal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?