Hadang Massa Ifthor Akbar 212, Polisi Razia di Jalan Tol Madiun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mulai menghadang massa yang akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi Ifthor Akbar 212 di Gedung KPU RI pada 22 Mei 2019. Salah satunya dilakukan di rest area 627 Jalan Tol ruas Ngawi - Wilangan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Ahad petang 19 Mei 2019.

    Baca juga: Pesan Kubu Prabowo untuk Massa Ifthor Akbar 212

    Razia dilakukan aparat kepolisian resor Madiun bersama TNI. Dalam razia itu, sejumlah mini bus dan bus diperiksa. Salah satunya adalah kendaraan yang ditumpangi rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo yang hendak berangkat ke Surakarta, Jawa Tengah.

    Sejumlah petugas yang telah bersiaga kemudian melakukan pemeriksaan. Mirror detector digunakan mendeteksi tas dan koper di bagasi bus. Adapun hasilnya, tidak ditemukan barang membahayakan di dalam bus itu. Saat pemeriksaan berlangsung, polisi bersenjata laras panjang bersiaga di luar kendaraan pengangkut orang yang hendak parkir.
    "Kami juga menyampaikan tujuan razia ini kepada anggota rombongan (di dalam bus)," kata Kepala Kepolisian Resor Madiun Ajun Komisaris Besar Ruruh Wicaksono.

    Ditanya tentang pemilihan lokasi razia, Ruruh menyatakan bahwa rest area 627 tol ruas Ngawi - Wilangan berpotensi menjadi tempat istrihat bagi massa yang hendak ikut berdemonstrasi di depan gedung KPU RI. Apalagi, pihaknya menerima informasi tentang sejumlah rombongan dari Sidoarjo hendak berangkat dalam aksi Ifthor Akbar 212 itu.

    "Untuk waktunya kapan kami belum monitor. Tapi, tetap mengantisipasi seperti yang diperintahkan Kapolda Jawa Timur," ujar Ruruh kepada sejumlah jurnalis.

    Baca juga: TKN Sebut Kegiatan Ifthor Akbar 212 Sensitif dan Berpotensi Chaos

    Ia menambahkan, titik lain yang juga dijaga terkait isu people power berada di pintu tol Caruban (masuk Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng), pintu tol Madiun (masuk Desa Bagi, Kecamatan Madiun), dan Pertigaan Sekelip (Kecamatan Geger). Jumlah personel yang diteejunkan di masing-masing lokasi terdiri dari 50 anggota kepolisian dan TNI Angkatan Darat.

    "Mulai hari ini sampai (Selasa), 21 Mei 2019. Kami berjaga 24 jam non stop," ucap Kapolres Madiun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.