Polisi Tangkap Guru Honorer yang Unggah Ancaman Bunuh Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang guru SD Honorer asal Pamekasan, Chairil Anwar, yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo atau Jokowi lewat akun facebook miliknya.

    Baca juga: Perempuan Kedua di Video Ancam Jokowi, Begini Penuturan Rosiana

    Juru bicara Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.

    "Dia menghina Menkopolhukam dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini," kata Barung saat merilis kasus ini, Ahad, 19 Mei 2019.

    Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.

    Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Cecep Susatya mengatakan pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada 9 Mei 2019.

    "Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar," ucapnya.

    Baca juga: Rosiana Terseret Video Ancam Jokowi, Ibu Menangis

    Sementara itu, Chairil Anwar mengaku nekat mengunggah ujaran kebencian dan mengancam presiden Jokowi hanya untuk ikut-ikutan. "Ikut-ikutan politik saja," katanya singkat.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 a ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.