KPU Targetkan Rekapitulasi Suara Selesai Besok

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU, Arief Budiman bersama Jajaran Komisioner KPU lainnya saat memimpin jalannya rapat pleno terkait berkas rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu Luar Negeri pada rapat pleno di Gedung KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Mei 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua KPU, Arief Budiman bersama Jajaran Komisioner KPU lainnya saat memimpin jalannya rapat pleno terkait berkas rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu Luar Negeri pada rapat pleno di Gedung KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Mei 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menargetkan rekapitulasi suara tingkat nasional rampung besok. Dari 34 provinsi di Indonesia, tinggal lima provinsi lagi dan satu pemilihan luar negeri yang belum diplenokan.

    Baca: BPN Sebut Jumlah DPK Penyebab Jokowi Kalahkan Prabowo di Jakarta

    "Jadi besok kami akan menyelesaikan lima provinsi lagi," kata Arief di gedung KPU, Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019.

    Lima provinsi tersebut adalah Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, Riau dan Sumatera Utara. Sedangkan satu Panitia Pemilihan Luar Negeri yang tersisa adalah Kuala Lumpur.

    Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional ini rencananya akan dimulai pukul 13.00 WIB. Guna mempercepat penyelesaian rekapitulasi, KPU berniat menggelar rapat pleno di dua tempat secara bersamaan. Satu di auditorium lantai dua dan satu lagi di halaman KPU.

    "Mudah-mudahan sesi siang bisa kami lakukan dua dokumen. Kemudian malam kami lakukan dua pleno, dua di panel bawah dan dua di panel atas," ujarnya.

    Arief menjelaskan jika besok rekapitulasi di semua provinsi dan PPLN tersisa bisa benar-benar selesai, pengumuman pemenang pemilu bisa dilakukan lebih cepat.

    Seperti diketahui, regulasi yang ada mewajibkan rekapitulasi nasional selesai paling lambat 22 Mei 2019. Setelah itu, KPU akan menunggu adanya pengajuan gugatan di Mahkamah Konstitusi selama tiga hari. Jika tidak ada gugatan, KPU bisa mengumumkan pemenang pemilu.

    Baca: Jokowi Menang di Jakarta, Saksi Prabowo Tolak Teken Rekapitulasi

    Meski begitu, Arief menjelaskan pihaknya tetap berpedoman pada jadwal yang ada, yaitu rekapitulasi selesai maksimal 22 Mei 2019. "Setelah ditetapkan kami tunggu tiga hari, apa ada pengajuan sengketa ke Mahkamah Konstitusi atau tidak. Kalau ada, maka KPU harus tunggu sampai dengan keluar putusan MK," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.