Aksi Tolak Pemilu Curang oleh Kubu Prabowo Diwacanakan 3 Hari

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis (kiri) dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak (berbaju putih kedua dari kiri) menyambangi rumah calon presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 7 Mej 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis (kiri) dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak (berbaju putih kedua dari kiri) menyambangi rumah calon presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 7 Mej 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-CEO Sekeratriat Nasional Prabowo-Sandi (PADI), Marwan Batubara, menyatakan aksi protes akan digelar jika pemerintah tidak juga menggubris seruan adanya kecurangan di Pemilihan Umum 2019. Marwan mengklaim berbagai bukti adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif telah mereka buktikan.

    "Gerakan itu diperlukan untuk menjadi perhatian bagi mereka," kata Marwan saat ditemui di Rumah Perjuangan Rakyat, di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Mei 2019.

    Baca Juga: Prabowo Menolak Penghitungan Pemilu Curang, Ini Pidato Lengkapnya

    Marwan menuturkan gerakan yang akan dilakukan adalah aksi damai dan tidak anarkistis. Ia mengatakan dalam beberapa tahun belakangan, aksi yang dilakukan masyarakat telah terbukti bisa mengumpulkan masa yang besar dan mampu membuat perubahan.

    "Dan selama ini kita sudah buktikan dengan tujuh juta orang di 212 atau 10 14 juta di ulang tahun 212 , tidak ada masalah. Karena saya yakin orang yang akan datang itu akan melebihi 7 juta," ucap Marwan.

    Menurut dia aksi ini bertujuan untuk menekan pemerintah agar mengakui adanya kecurangan di pemilu, khususnya pemilu presiden. "Kalau memang selama ini mereka curang atau jahat, lalu bertobat lalu menetapkan yang menang itu 02 misalnya, ya, gerakan bisa saja berhenti," kata Marwan.

    Hal ini diungkapkan Marwan dalam acara Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR). Dalam acara itu, hadir pula sejumlah tokoh seperti Amien Rais, Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, hingga anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Titiek Soeharto.

    Titiek mengatakan siap untuk ikut turun di aksi ini. Ia memperkirakan akan ada sejumlah titik di ibu kota yang menjadi titik kumpul demonstran nanti. Bahkan ia memerkirakan aksi bisa berjalan lebih dari satu hari. "Tanggal 21 dan 22. Mungkin 20, 21,dan 22," kata Titiek. 22 Mei merupakan hari pengumuman hasil sidang pleno Komisi Pemilihan Umum soal rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

    Simak Juga: Kubu Jokowi: Paparan Kecurangan Pemilu Kubu Prabowo Tak Berdasar

    Sobri Lubis mengatakan siap ikut mengawal aksi ini. Meski begitu, mereka mengaku belum tahu pasti berapa banyak massa yang akan terlibat dalam aksi ini. "Gak bisa dihitung, ya, soalnya ini massa cair. Yang penting (massanya) dari mana-mana," kata Sobri.

    Hal senada diungkapkan oleh Al Khaththath. Sekjen FUI itu mengatakan aksi hanya akan diisi dengan orasi. "Lebih banyak tausyiah (inshaallah). Kan kita upayakan di Bulan Ramadan ini banyak tausyiah, terutama tausyiah kepada KPU," kata Al Khaththath.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.