Polisi: 9 Terduga Teroris Ingin Lancarkan Aksi Saat Proses Pemilu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (kanan) bersama Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagperum) menunjukkan barang bukti aksi teror yang dilakukan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) saat konferensi pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Menurut Dedi aksi teror dilakukan belakangan ini oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terindikasi berkaitan dengan Kelompok ISIS. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (kanan) bersama Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagperum) menunjukkan barang bukti aksi teror yang dilakukan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) saat konferensi pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Menurut Dedi aksi teror dilakukan belakangan ini oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terindikasi berkaitan dengan Kelompok ISIS. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memperkirakan sembilan terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hendak melancarkan aksi teror saat proses Pemilu 2019. "Ada beberapa indikasi mengenai hal tersebut," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 17 Mei 2019.

    Baca juga: 6 Terduga Teroris di Jateng Pernah Bergabung dengan ISIS

     

    Proses Pemilu 2019 sampai saat ini masih terus berproses. Puncaknya adalah tanggal 22 Mei 2019 mendatang, saat KPU mengumumkan hasil perhitungan suara pemilihan presiden 2019.

    Iqbal mengatakan para terduga teroris dari kelompok Jemaah Anshorut Daulah (JAD) Jawa Tengah itu menyasar siapapun yang tidak sepemahanan dengan mereka. Namun secara khusus, mereka mengincar kepolisian sebagai simbol sistem keamanan demokrasi. "Sasaran mereka, siapapun yang tidak sealiran adalah musuh mereka. Polisi jelas jadi sasaran," kata Iqbal.

    Selain mengamankan pemilu, penangkapan para terduga teroris tersebut juga sebagai upaya mengantisipasi indikasi adanya serangan teror ketika pelaksanaan Hari Raya Idulfitri mendatang. "Sehingga seluruh masyarakat dapat melakukan aktivitasnya aman, damai," ujar Iqbal.

    Sebelumnya, pada 14 Mei 2019, tim Densus 88 Antiteror menangkap sembilan orang di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tujuh dari mereka adalah eks kombatan ISIS. Kesembilan terduga teroris itu adalah: AH Alias Memet (26), A alias David (24), IH alias Iskandar (27), AU alias AL (25), JM alias Jundi (26), AM alias Farel (26), AS alias Tatang, PT alias Sharma (45) yang ditangkap di Jawa Tengah. Sementara satu lainnya berinisial JD ditangkap di Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.