Polisi Periksa Jubir BPN Prabowo, Lieus Sungkharisma, Hari Ini

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Ketua MusTi Jusuf Hamka, Ahmad Dhani, Farhat Abbas dan Ketua KomTAK Lieus Sungkharisma sepakat akan memberikan penghargaan Man Of The Year 2016 pada Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atas kiprahnya memimpin aksi 411 dan 212, 20 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    (ki-ka) Ketua MusTi Jusuf Hamka, Ahmad Dhani, Farhat Abbas dan Ketua KomTAK Lieus Sungkharisma sepakat akan memberikan penghargaan Man Of The Year 2016 pada Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atas kiprahnya memimpin aksi 411 dan 212, 20 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Lieus Sungkharisma, akan menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Jumat, 17 Mei 2019 atas kasus dugaan makar.

    Simak: Dilaporkan Makar, Lieus Sungkharisma Tak Takut Diperiksa Polisi

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Lieus akan diperiksa pada pukul 10.00 WIB di Bareskrim Mabes Polri. "Penyidik telah melayangkan surat panggilan kedua, yang bersangkutan akan diperiksa hari ini, 17 Mei 2019," kata Dedi saat dikonfirmasi, pada Jumat, 17 Mei 2019.

    Sebelumnya Lieus dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 14 Mei 2019. Namun ia absen karena masih harus mencari pengacara yang bersedia mendampingi kasusnya.

    Lieus dilaporkan oleh seseorang bernama Eman Soleman atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar pada 7 Mei 2019. laporan terhadap Lieus diterima dengan nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

    Dalam laporan itu, kata Dedi, pelapor turut menyertakan barang bukti berupa flashdisk yang berisi video pernyataan dari Lieus. "Barang buktinya adalah isi ceramah yang bersangkutan," kata Dedi.

    Dalam laporan tersebut, Lieus Sungkharisma dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

    Simak: Pakar Pidana Kritik Pasal Makar yang Menjerat Aktivis Oposisi

    Lieus Sungkharisma mengatakan tidak akan takut menghadapi kepolisian dalam kasus ini. "Kami enggak takut karena kami benar, paling polisi cuma mau nakut-nakutin doang," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.