Kerusuhan Lapas Narkoba Langkat, 22 Narapidana Kabur Ditangkap

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Lapas berada di depan Lapas Narkotika Kelas III Langkat pasca kerusuhan yang terjadi, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis 16 Mei 2019. Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    Petugas Lapas berada di depan Lapas Narkotika Kelas III Langkat pasca kerusuhan yang terjadi, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis 16 Mei 2019. Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Medan - Ratusan narapidana diduga melarikan diri dalam kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas III Narkoba, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Baca: Lapas Narkotika di Langkat Rusuh, Narapidana Kabur

    “Hingga Kamis jelang petang, 22 warga binaan yang kabur setelah peristiwa pembakaran gedung lapas narkoba telah ditangkap Petugas Polsek Hinai, Kabupaten langkat, Sumatera Utara,” ujar Wakil Kepala Kepolisan Sektor Hinai, Inspektur Satu Samsul Iskandar kepada wartawan.

    Samsul mengatakan penangkapan kembali dilakukan oleh petugas kepolisian yang menyisir sekitar gedung lapas. Namun, ada pula yang diserahkan oleh penduduk.  

    Polisi pun masih terus mencari narapidana yang kabur. Polsek Hinai juga masih berkoordinasi dengan polsek lain yang berada di lingkungan Mapolres Langkat guna mengejar narapidana lainnya yang masih buron,” kata Samsul.

    Hingga Kamis malam, masih belum diketahui penyebab pasti kerusuhan yang terjadi siang tadi di Lapas III Narkoba, Kabupaten Langkat.

    Baca: BNN Sita Aset Rp 3,21 miliar dari Bisnis Narkoba di Lapas

    “Dipukuli orang itu napi sampai kotorannya keluar. Makanya ngamuk sampai rusuh gini jadinya,” katab seorang narapidana yang dapat dihubungi awak media.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.