Pengamat Nilai Pertemuan Bogor Tidak untuk Kontestasi 2024

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkiflimansyah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Direktur The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono berkumpul dalam acara silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti, Bogor, 15 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkiflimansyah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Direktur The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono berkumpul dalam acara silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti, Bogor, 15 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkumpulnya delapan kepala daerah bersama Direktur The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, dinilai merupakan contoh positif bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dinilai bisa membawa angin segar di tengah fragmentasi politik yang terbelah ekstrim.

     Baca juga: Alasan AHY, Yenny, dan 8 Kepala Daerah Bertemu di Bogor

    "Pertemuan Bogor itu menghembuskan pesan bahwa anak-anak muda dari berbagai poros kekuatan politik berbeda, melakukan konsolidasi untuk turut serta mendinginkan suhu politik yang kian mendidih," ujar Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, Kamis, 16 Mei 2019.

    Adapaun ke-8 kepala daerah yang hadir dalam acara yang disebut “Silaturahmi Bogor untuk Indonesia” itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkiflimansyah. Lalu ada juga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

    Adi mengatakan dengan pertemuan tersebut para pemimpin muda itu seakan menegaskan akan terus merawat Indonesia, sekalipun beda partai. Apalagi AHY dan Yenny turut hadir di sana. Mereka merepresentasikan 2 poros besar trah politik nasional, yakni Trah politik Cikeas dan Trah Gus Dur.

    Adi menilai pertemuan ini hanya untuk mendinginkan situasi politik saja. Ia tak melihat adanya upaya lobi politik atau pun persiapan menuju pemilihan presiden 2024. "Terlalu jauh mengaitkan pertemuan kemarin dengab kontestasi 2024 atau kemungkinan koalisi," kata Adi.

    Beberapa nama yang hadir di pertemuan itu memang digadang-gadang akan maju di 2024. Mulai dari Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.