Sri Mulyani Bagikan Kiat Agar Milenial Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani saat menjadi narasumber dalam acara One Hour University, Rabu 15 Mei 2019 di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

    Menkeu Sri Mulyani saat menjadi narasumber dalam acara One Hour University, Rabu 15 Mei 2019 di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

    INFO NASIONAL -- Menteri Keuangan, Sri Mulyani membagikan ilmu terkait cara-cara menghadapi Revolusi Industri 4.0 terutama untuk kaum milenial. "Kalau anda tidak mau punah, kuncinya ya harus berubah," ujarnya , saat menjadi narasumber dalam acara One Hour University, Rabu 15 Mei 2019 di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

    Wanita yang dinobatkan sebagai salah satu Wanita Berpengaruh di Dunia versi Majalah Forbes ini menjelaskan, revolusi industri 4.0 berbeda dengan revolusi industri sebelumnya. Dulu, revolusi industri 1.0 dan 2.0, kata Sri Mulyani, hanya dapat dinikmati negara maju, dan membuat mereka makin makmur. Sementara di revolusi industri 3.0, terciptanya komputer memberikan kesempatan terhadap negara yang baru merdeka untuk bisa mengejar ketertinggalan. Sedangkan saat ini, revolusi industri 4.0 menekankan pada pemanfaatan teknologi.

    Banyak negara di Asia yang bisa mengejar ketertinggalan misalnya Korea Selatan, Cina, dan Singapura, malah saat ini mereka menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi. "Kita belajar dari situ, bangun pondasi, right policy, belajar dari sejarah apa yang bikin negara maju atau malah failed," ucapnya.

    Melalui kebijakan tepat yang dibuat oleh pemerintah, otomatis investor akan berbondong-bondong untuk berinvestasi di Indonesia. Maka dibagunlah infrastruktur, pangkas birokrasi dan Aparatur Sipil Negara bisa menjadi solusi. ASN menjadi pilar penting. "Kalau bukan Anda sebagai ASN siapa lagi yang akan memikirkan negara ini," ujarnya.

    Ia melanjutkan, di Kementerian Keuangan formasi lebih banyak anak-anak milenial daripada yang sudah berumur. Menurutnya beruntung menjadi milenial, ketika lahir keadaan seperti ini, ketika remaja berubah lagi, ketika berumur 30 tahuan juga berubah. Sepanjang hidup akan menjadi dinamis , mereka akan menjadi saksi dan mungkin pelaku perubahan itu sendiri. "Banyak ide-ide kreatif yang bisa muncul asalkan tidak ribet dengan birokrasi," katanya.

    Milenial itu harus dipermudah untuk urusan birokrasi, karena mereka tidak suka dengan hal yang ribet dan memakan waktu. Kehidupannya lebih dinamis. Banyak ide-ide baru bisa berkembang asalkan didukung dengan kebijakan yang tepat dari pemerintah. "Apa sih yang dibutuhkan agar policy bisa jalan? Ya rasio elektrifikasi 100 persen, efisiensi birokrasi, tata kelola berintegritas untuk institusi," kata Sri Mulyani.

    Ia menambahkan, revolusi industri 4.0 cirinya bisa menciptakan demokratisasi proses. Orang-orang yang punya ide bisa langsung connect dengan market. Mindset harus berbeda karena dunia bergerak dengan digitalisasi. Targetnya Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia 2020, seluruh Indonesia bisa melek internet dan bisa menjadi agen perubahan.

    Diakhir acara, ia berpesan untuk agar selalu berpikir ke depan, apa yang harus dilakukan dan diubah untuk menjadi lebih baik. "Peliharalah sedikit kegelisahan, untuk bertanya pada diri sendiri apa yang harus dirubah dari negara ini. Sudah lakukan yang terbaik belum?" kata Sri Mulyani.

    “Gunakan semangat disruption 4.0 untuk terus menerus mencari dan memperbaiki policy kita, bagaimana hidup dan kerja kita bisa dibuat lebih produktif,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.