Jusuf Kalla Sampaikan 3 Fokus di KTT Paris: Ekstrimisme Online

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (JK) merangkul istrinya, Mufidah Kalla saat berpose ketika mendapat kejutan ulang tahun di Jenewa, Swiss, Rabu dinihari, 15 Mei 2019 waktu setempat. Foto: Tim Media Setwapres RI

    Wapres Jusuf Kalla (JK) merangkul istrinya, Mufidah Kalla saat berpose ketika mendapat kejutan ulang tahun di Jenewa, Swiss, Rabu dinihari, 15 Mei 2019 waktu setempat. Foto: Tim Media Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jenewa - Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam KTT Paris: Ekstrimisme Online menyampaikan tiga fokus yang perlu dilakukan oleh bangsa-bangsa dalam mengantisipasi tindak terorisme.

    Baca juga: Kunjungan Kerja ke Swiss, Jusuf Kalla Dapat Kejutan Ulang Tahun

    "Kita perlu membangun ketahanan masyarakat dan solidaritas di antara masyarakat dengan latar belakang yang berbeda," kata Kalla dalam sambutannya pada acara bertema "The Christchurch Call to Action" yang diselenggarakan di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Kalla menilai serangan teror di Christchurch, Selandia Baru, kepada sejumlah jamaah masjid mencerminkan kebangkitan Islamofobia sebagai ancaman global.

    Selain itu, pemerintah dan swasta perlu mengikutsertakan remaja untuk menggunakan internet secara sehat dan positif. "Hal kedua yakni terdapat bukti yang jelas bahwa perkembangan cepat teknologi informasi merupakan pedang bermata ganda," jelas JK.

    Kalla menilai paham-paham ekstrem dan radikal dapat dengan mudah diakses melalui dunia maya.

    Oleh sebab itu, hal yang penting dilakukan bersama adalah memperbaiki tata kelola internet baik melalui perundang-undangan maupun kerja sama meningkatkan kapasitas masyarakat dan diseminasi informasi.

    Seluruh pihak, terutama swasta, perlu bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun penyediaan internet yang positif.

    "Seluruh industri teknologi informasi, termasuk penyedia internet dan perusahaan media sosial harus berbagi tanggung jawab dalam membuat internet sebagai lingkungan yang aman dan sehat untuk semua kalangan," ujar Kalla.

    KTT Paris: Ekstrimisme Online diselenggarakan bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

    Sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan dan perusahaan digital turut menghadiri acara yang membahas upaya menghentikan media sosial sebagai wadah pembentukan dan promosi terorisme. 

    Baca berita Jusuf Kalla lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.