Kepemimpinan KPK Agus Rahardjo Cs akan Berakhir, Ini Warisannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo saat menghadiri Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo saat menghadiri Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengharapkan agar pimpinan KPK selanjutnya dapat menangani kasus tindak pidana korupsi lebih banyak lagi. "Melanjutkan apa yang telah dirintis, semoga lebih banyak lagi kasus yang ditangani," kata Syarif seusai acara "Koordinasi Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi" di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

    Ia juga berharap KPK menangani kasus korupsi yang melibatkan korporasi ditangani lebih banyak lagi. "Lebih masif lagi."

    Baca juga: ICW Desak Jokowi Segera Bentuk Pansel ... 

    Masa jabatan pimpinan KPK periode empat yang terdiri dari Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Laode M Syarif, Saut Situmorang, dan Alexander Marwata akan berakhir pada Desember 2019. Selama masa kepemimpinan Agus, KPK mendirikan sembilan koordinator wilayah, semacam cabang KPK untuk fokus daerah-daerah tertentu.

    “Ada orang-orang tertentu yang fokus pada daerah-daerah tertentu."  Ia berharap, koordinator wilayah KPK agar bisa lebih matang lagi pada pimpinan selanjutnya.

    Baca juga: Wadah Pegawai KPK Minta Panitia Seleksi Pimpinan KPK Transparan

    Masa kepemimpinan Agus cs juga mewariskan gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center/ACLC) yang diresmikan pada 26 November 2018. "Kami ingin mewariskan ACLC sebagai pusat pembelajaran bukan cuma terkenal di Indonesia tetapi di negara-negara lain."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.