Di Internal Gerindra, Fadli Zon Kandidat Kuat Wakil Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon. TEMPO/Nurdiansah

    Fadli Zon. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii atau Romo Syafii menyebut nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sebagai kandidat kuat wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Namun, Syafii berujar hal itu belum secara resmi dibahas di internal partainya.

    Baca juga: Koalisi Jokowi Satu Suara Kursi Ketua DPR untuk Puan Maharani

    "Secara resmi belum, tapi rumornya Fadli Zon," kata Syafii kepada Tempo, Rabu, 15/5. Adapun untuk posisi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, kata dia, kemungkinan besar akan kembali diisi oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Muzani saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.

    Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan perhitungan manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) menempatkan Gerindra dalam lima besar pemenang pemilihan legislatif 2019. Merujuk data di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU, partai yang menempati lima besar secara berturut-turut ialah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah atau UU MD3, posisi pimpinan DPR menjadi hak lima partai pemenang pileg 2019. Pemenang pertama berhak atas kursi ketua DPR, sedangkan empat partai lainnya mendapat posisi wakil ketua.

    Adapun untuk pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket melalui musyawarah. Artinya, partai-partai yang bukan pemenang pileg bisa mengajukan kadernya sebagai kandidat pimpinan MPR.

    Syafii mengatakan kedua nama itu dianggap kredibel menjadi pimpinan parlemen. Selama ini, kata dia, tak ada komplain dari masyarakat terhadap dua petinggi partai tersebut.

    "Pak Fadli tidak mengecewakan publik Indonesia sebagai pimpinan DPR. Muzani juga sangat mumpuni sebagai pimpinan MPR. Karena masyarakat tidak komplain, maka kami anggap mereka masih kredibel," kata dia.

    Meski begitu, dia berujar hal tersebut akan dibahas di tingkat DPP Partai Gerindra setelah penetapan hasil Pemilihan Umum 2019 oleh KPu 22 Mei mendatang.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya belum membicarakan perihal kursi pimpinan parlemen. Dasco berujar mereka masih berfokus ke pemilihan presiden 2019.

    Adapun untuk calon ketua DPR, kata dia, kader-kader partainya menunggu penugasan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Di Gerindra, tuh, gampang, enggak ada yang rebutan soal jabatan," kata Dasco melalui pesan, Rabu, 15/5.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.