KPK Periksa Dirut PT Pilog dalam Kasus Bowo Sidik

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama PT Pupuk Logistik Indonesia Ahmadi Hasan dalam kasus suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk AWI,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 15 Mei 2019. AWI adalah Asty Winasti, bagian marketing PT Humpuss Transportasi Kimia.

    Baca: Kasus Bowo Sidik: KPK Geledah Ruangan Adik Nazaruddin, M. Nasir

    Selain Ahmadi, KPK juga akan memeriksa Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pilog, Teguh Hidayat Purbono dan Marketing PT HTK, Beny Widata. Keduanya juga akan diperiksa untuk Asty.Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019. Asty Winasti ditetapkan sebagai tersangka yang diduga memberi suap kepada Bowo Sidik Pangarso. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bowo ditetapkan ditetapkan menjadi tersangka karena diduga menerima suap dari Asty dengan jumlah sekitar Rp 1,2 miliar. Suap itu ditengarai diberikan agar Bowo membantu PT HTK memperoleh perjanjian kerja sama pengangkutan pupuk dengan PT Pilog.

    Sebelumnya, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan komiis memang tengah menelusuri peran pihak lain dalam kasus tersebut, salah satunya peran pengurus PT Pilog maupun PT Pupuk Indonesia. Diduga, Bowo tidak bekerja sendirian, sebab politikus Partai Golkar itu tak punya wewenang dalam kerja sama antara PT Pilog dan HTK.

    “Kami tentu menduga ada peran dan porsi dari pihak Pupuk Indonesia maupun Pilog,” kata Febri.

    Ahmadi sebelumnya pernah diperiksa dalam kasus ini pada 30 April 2019. Sementara, Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Adat juga pernah diperiksa pada 6 Mei 2019. Dalam proses penyidikan, KPK juga telah menggeledah kantor PT Pupuk Indonesia maupun PT Pilog. Dari tempat itu, KPK menyita dokumen terkait kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.