Mendagri Minta Para Kepala Daerah Wujudkan Konsep Kota Cerdas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah) saat mengikuti apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. Apel bersama ini dalam rangka keikutsertaan ASN dalam mensukseskan Pemilu serentak 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah) saat mengikuti apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. Apel bersama ini dalam rangka keikutsertaan ASN dalam mensukseskan Pemilu serentak 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (MendagriTjahjo Kumolo meminta para kepala daerah mengambil langkah strategis guna terlaksananya pengembangan Kota Cerdas (smart city) di 100 kabupaten/kota. “Semua kepala daerah harus berani mengambil inovasi sekecil apapun demi kepentingan masyarakat dan daerah," kata Tjahjo saat membuka Gerakan Menuju 100 Smart City di Hotel Santika Premiere, Mangga Besar, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

    Menurut Tjahjo, Kota Cerdas bukan sekadar menerapkan sistem informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, melainkan harus bisa menjadi kota yang berprestasi. Kota-kota itu diharapkan bisa memelopori daerah-daerah lainnya untuk sama-sama menjadi kota berprestasi.

    Baca juga: Di Depan Kepala Desa, Tjahjo: Ingat, Dana Desa Ada karena Jokowi

    "Itulah yang harus selalu ditumbuhkan.” Tjahjo mengatakan menemukan masalah di antara para kepala daerah di Indonesia. Menurut dia, banyak pimpinan daerah yang gengsi meniru daerah lain yang sudah lebih dulu berprestasi.

    Ia meminta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mendorong terciptanya satu kesamaan visi, misi, dan komitmen di antara para kepala daerah. "Untuk bergerak bersama, mengorganisir lingkungan masyarakat dan daerah.”

    Baca juga: Menteri Tjahjo ke Kepala Desa: Dana Desa ada ... 

    Cara ini, kata Mendagri, membuat daerah berusaha membangun potensi tiap kota dan kabupaten sekecil apapun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.