Begini Profil Terduga Teroris di Madiun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Gegana Polri berjaga saat peledakan barang bukti bom di Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 9 Mei 2019. Peledakan barang bukti bom tersebut menyusul ditangkapnya enam terduga teroris di Bekasi. ANTARA/Ariesanto

    Personel Gegana Polri berjaga saat peledakan barang bukti bom di Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 9 Mei 2019. Peledakan barang bukti bom tersebut menyusul ditangkapnya enam terduga teroris di Bekasi. ANTARA/Ariesanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berinisial JS, dikenal sebagai sosok yang sering memancing ikan. Bahkan, pria 47 tahun itu kerap membagikan ikan hasil pancingannya kepada tetangganya di RT 08 RW 03, Desa/Kecamatan Mejayan, Madiun, Jawa Timur.

    Baca juga: Teroris JAD di Bekasi, Begini Sosok Eky di Mata Tetangganya

    Di lokasi itu, JS tinggal bersama istri dan beberapa anaknya dengan cara mengontrak rumah. Hunian yang ditempati merupakan bangunan lawas yang ditinggal pemiliknya ke Jakarta.

    "Dia (JS) sering memancing bersama beberapa warga sini," kata Kartika Septianis, salah seorang tetangganya, Selasa sore, 14 Mei 2019.

    Tempat pemancingan yang biasa didatangi seperti Waduk Widas, Kecamatan Saradan dan Waduk Kedungbrubus, Kecamatan Pilangkenceng.

    Selain suka memancing, JS juga rajin salat berjamaah di masjid setempat. Karena itu, secara umum warga tidak mencurigai jika pria asal Semarang, Jawa Tengah itu menjadi incaran polisi lantaran terindikasi terlibat jaringan teroris.

    "Orangnya biasa saja dan baik. Kami sama sekali tidak tahu kalau dia ditangkap polisi karena masalah ini (diduga teroris)," ungkap Kartika.

    Meski demikian, sebagian kecil warga sudah menaruh curiga kepada JS dan keluarganya. Salah satunya karena kebiasaan pulang lebih awal setelah salam setiap kali salat berjamaah. Selain itu, beberapa waktu lalu JS dan keluarganya berangkat ke Sumatera secara berombongan.

    "Kalau dipikir-pikir butuh uang banyak, sementara JS hanya bekerja sebagai tukang reparasi kacamata," ujar Suratin, salah seorang warga lain.
    JS disebut memiliki delapan anak yang sebagian dititipkan ke saudaranya.

    Baca juga: Polisi Cokok Bos Teroris JAD Bekasi, Ini Sosok Eky alias Rafli

    JS ditangkap di kios reparasi kacamata yang ia sewa pada Selasa pagi, 14 Mei 2019. Kios ini berada di depan Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun.

    Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar Ruruh Wicaksono membenarkan penangkapan terduga teroris tersebut. Namun, pihak Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang melakukan penanganan penuh. Usai dibekuk, JS dimintai keterangan di Markas Brimob Detasemen C Pelopor, Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.